Jadi, merangkum dari Good Therapy, sebaiknya saat menegur anak lakukanlah dengan kalimat yang padat, jelas, dan singkat. Beri tahu anak apa yang harus mereka lakukan dan hindari membuatnya merasa bersalah.

2. Nada bicara atau kata-kata yang dipilih orangtua kurang tepat

Melasir Connected Family, omelan orangtua yang tidak didengarkan anak bisa saja terjadi karena nada bicara atau kata-kata yang dipilih orangtua tidak tepat.

Anda mungkin sering mengomeli anak dengan nada bicara tinggi. Meski cara ini wajar dilakukan untuk mendisiplinkan anak, anak pun akan malas untuk mendengarkannya bila omelan Anda terlalu panjang.

Oleh karena itu, sebagai orangtua seharusnya Anda menghindari penggunaan kata yang sarkasme, menyudutkan, atau bahkan merendahkan anak.

Baca Juga  6 Manfaat Sarapan Pagi Untuk Menjalani Aktivitas Seharian

Sebagai gantinya, tegaskan perintah Anda dengan arahan yang jelas dan dengan nada bicara rendah seperti, “Adik, masukkan tasmu ke kamar sekarang.”

Jangan hanya mengomel dengan berkata, “Tasnya jangan ditaruh di situ, dong! Berantakan jadinya! Harus diberi tahu berapa kali, sih, kamu?”.

Bila anak belum beranjak juga, Anda bisa menegaskan lagi dengan kalimat seperti, “Ibu hitung sampai tiga, tasmu sudah harus dimasukkan ke kamar.”

3. Terbiasa mengancam atau membentak anak

Hati-hati kalau orangtua terlalu sering mengancam atau membentak anak.

Pasalnya, anak yang terbiasa diberi tahu dengan keras cenderung mengabaikan orangtua ketika mereka tidak bicara dengan nada biasa.

Akibatnya, Anda harus selalu menarik urat dulu kalau ingin anak mendengarkan omelan orangtua. Oleh karena itu, ubah kebiasaan ini secara perlahan. Bicaralah dengan suara dan nada yang sedikit pelan tapi tetap tegas.(Dilansir dari Hellosehat.com)