5 Efek Berbahaya Kokain, Bisa Menyerang Otak
KESEHATAN,TIMELINES.ID- Ada berbagai jenis narkotika yang dapat membahayakan kesehatan tubuh, salah satunya adalah kokain. Narkotika jenis ini berasal dari tanaman coca yang banyak ditemukan di kawasan Amerika Selatan.
Kokain kerap ditemukan berbentuk bubuk berwarna putih. Namun, tidak jarang obat terlarang ini ditemukan dengan bentuk menyerupai batu kristal berwarna putih. Serupa dengan obat terlarang lainnya, penggunaan narkotika ini pun dapat memberikan dampak negatif pada kesehatan tubuh.
Lantas, apa saja sih dampak penggunaan kokain bagi kesehatan tubuh?
Efek Berbahaya dari Penggunaan Kokain
Kokain merupakan salah satu jenis narkoba yang bisa menyebabkan efek kecanduan. Lalu, kenapa kokain berbahaya? Kokain menjadi berbahaya ketika sudah mengalami efek tersebut, pengguna akan merasakan dorongan untuk terus menerus menggunakan obat terlarang tersebut.
Obat terlarang ini akan memengaruhi sistem saraf pada otak. Dengan begitu, penggunanya akan gembira, berenergi, menjadi banyak bicara dan lebih percaya diri dalam waktu singkat.
Selain itu, efek kokain juga bisa memengaruhi suasana hati secara signifikan dan menghilangkan rasa sakit dan lelah. Namun, efek tersebut hanya berlangsung untuk waktu yang singkat, sekitar 30 menit hingga 3 jam.
Bila berhenti menggunakannya, maka pengguna akan mengalami gejala putus obat. Efek yang bisa terjadi, antara lain gangguan mental, seperti depresi, perubahan mood, sulit tidur, gelisah, hingga perubahan perilaku yang bisa mengarah pada kekerasan.
Tidak hanya itu saja, obat terlarang ini juga bisa memberikan sejumlah dampak buruk pada berbagai fungsi organ tubuh. Berikut bahaya kokain pada kesehatan, yaitu:
1. Memicu peningkatan risiko stres
Penggunaan kokain juga dapat memengaruhi jalur otak dalam merespon stres. Melansir dari sebuah jurnal Neuropharmacology yang berjudul Neurobiological Mechanisms That Contribute to Stress-related Cocaine Use, terdapat sebuah penelitian melalui hewan terhadpa efek penggunaan kokain pada tingkat stres.
Hasilnya, hewan yang mengonsumsi kokain menunjukkan perilaku sebagai respon terhadap stres. Selain itu, semakin banyak kokain yang mereka konsumsi, maka tingkat stres semakin tinggi dan memengaruhi perilaku.
Penelitian ini menunjukkan bahwa kokain dapat meningkatkan hormon stres dan menginduksi adaptasi saraf yang mampu meningkatkan kepekaan terhadap obat dan isyarat terkait dengannya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.