2. Gangguan paru-paru

Menghirup kokain dengan hidung bisa menyebabkan kerusakan selaput lendir yang melalui rongga sinus, yang mengarah ke tenggorokan dan sistem pernapasan bagian atas. Akibatnya, pengguna berisiko mengalami hidung berair, mimisan, hingga kehilangan penciuman.

Selain itu, menggunakan obat terlarang ini dengan cara mengisapnya seperti rokok juga bisa berbahaya bagi kesehatan paru-paru. Cara penggunaan narkoba tersebut bisa membuat paru-paru mengalami iritasi, rentan infeksi, bahkan mengalami kerusakan permanen.

3. Meningkatkan penularan infeksi penyakit menular

Melansir dari National Institute on Drug Abuse dengan judul Cocaine Research Report, pengguna kokain yang menggunakan jarum suntik sangat berisiko untuk meningkatkan penularan infeksi penyakit menular.

Ada berbagai penyakit yang berisiko mereka tularkan, seperti HIV dan hepatitis C. Kebiasaan ini juga dapat menyebabkan munculnya tanda alergi yang parah dan memicu kematian.

Baca Juga  Waspadai 5 Jenis Kepala Sakit dibagian Depan

4. Gangguan kesehatan otak

Obat terlarang ini bisa mengganggu fungsi otak, salah satunya adalah produksi hormon dopamin. Hormon tersebut adalah senyawa kimia yang berperan menyampaikan rangsangan ke seluruh tubuh. Akibatnya, berbagai gejala bisa muncul, seperti kejang dan kelainan gerak tubuh seperti tremor.

Selain itu, jenis narkoba tersebut juga bisa menyebabkan penyempitan pembuluh darah secara konsisten, sehingga jumlah oksigen yang diterima otak akan berkurang. 

Hal itu bisa menyebabkan kerusakan otak. Risiko pengguna untuk mengalami aneurisma juga meningkat, karena kerusakan pada dinding pembuluh darah yang memberi makan otak. 

Kokain juga bisa menyebabkan penuaan pada otak, sehingga risiko demensia meningkat. Masalah ingatan jangka panjang bisa berkembang menjadi kondisi yang menyerupai Alzheimer.

Baca Juga  Penyebab dan Cara Mengatasi Pusing saat Bangun Tidur

5. Berisiko terhadap kesehatan jantung

Penggunaan narkotika ini juga berbahaya bagi kesehatan jantung, yaitu meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah, serta mempersempit pembuluh darah yang memasok darah ke jantung. Bila tidak segera ditangani, hal itu bisa memicu serangan jantung dan aritmia yang mengancam keselamatan pengguna.(Dilansir dari Halodoc.com)