“Perkara perlindungan anak dan asusila ini memang cukup menonjol di Bateng, sehingga kita mengupayakan hukuman yang tinggi bagi para pelaku dan memberikan pemahaman kepada masyarakat, karena ini merupakan tanggungjawab kita sesama melindungi generasi muda,” tuturnya.

Ia juga mengakui, bahwa kasus yang paling menonjol di Bangka Tengah yakni narkotika, bahkan naik dari tahun sebelumnya, 48 perkara menjadi 60 perkara.

“Ada kenaikan kurang lebih 20 persen dan kasus terbaru kami terima ini adalah uang palsu, termasuk obat terlarang,” ucapnya.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Perekonomian, Pembangunan, dan Keuangan, Tamimi mengapresiasi kinerja Kejari Bateng yang sudah melakukan proses pemusnahan barang bukti tindak pidana.

Baca Juga  Tragis! Bocah 9 Tahun di Sungaiselan Tewas Diterkam Buaya

Ia juga merasa prihatin dengan kasus narkoba di wilayahnya.

“Kasus narkoba memang mengkhawatirkan, apalagi Bangka Tengah ini posisinya ada di tengah, antara Bangka Selatan dan Pangkalpinang,” ujarnya.

“Banyak yang singgah di Bangka Tengah dan perlu diingat bahwa tidak semua kasus narkotika, pelakunya dari Bangka Tengah, karena jalur transit seperti pelabuhan. Bahkan ada jalur tikus, sehingga rentan barang narkotika ini masuk,” tutupnya.