Sampai akhirnya obat itu dilakukan pemeriksaan menggunakan alat tes narkoba, hasilnya memang hampir mirip dengan ekstasi.

Tak mau kecolongan, polisi langsung mengamankan Ari Dinata dan langsung melakukan tes urine kepada dirinya. Hasil tes urine ternyata dinyatakan negatif narkotika.

“Obat itu sebenarnya hanya 12 butir bukan 13 butir. Obat itu saya bawa ketika memancing. Obat itu saat dicek dengan alat yang biasa untuk mengecek ekstasi memang hampir mirip hasilnya, maka dari itu saya diamankan terlebih dahulu,” jelasnya.

Lebih jauh sambung Ketua BKPRMI Kabupaten Bangka Selatan ini, kurang lebih selama tiga hari ia ditahan di Polda NTB karena mengikuti prosedur yang berlaku.

Baca Juga  Bupati Serahkan Alsintan Rp40 M ke Gapoktan di Bangka Selatan

Pada hari Minggu (10/12/2023) memang tidak bisa dilakukan uji sampel oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan baru bisa diuji pada hari kerja yakni Senin (11/12/2023).

Sampai pada sore harinya BPOM mengeluarkan hasil uji lab bahwa 12 butir obat itu tidak ada kandungan narkotik melainkan jenis Dimenhydrinate.

Obat yang bermanfaat untuk mencegah mual dan muntah dalam perjalanan.

Obat itu dirinya beli di sebuah apotek di Kecamatan Toboali pada Rabu (22/11) lalu saat mengikuti program Ajak Bupati Kite Sambang Kampung (Aik Bakung) di Desa Pongok, Kecamatan Kepulauan Pongok.

Acara itu digelar selama dua hari 23-24 November 2023.

Obat seperti itu memang kerap dirinya bawa saat hendak pergi memancing.

Baca Juga  Bakti Kesehatan Polres Basel Disambut Antusias Masyarakat

Kurang beruntungnya obat tersebut masih dirinya bawa saat perjalanan dinas luar ke Pemkot Mataram.

“Kita harus mengikuti prosedur kepolisian, ada gelar perkara setelah selesai baru saya diberikan surat perintah untuk dikeluarkan dari penangkapan. Saya sampaikan, saya tidak dipenjara. Saya ditahan di ruang tahanan sementara dan saya diperlakukan dengan baik oleh Polda NTB,” beber dia.

Berkaca dari kejadian tersebut, Ari Dinata mengucapkan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bangka Selatan atas kisruh yang ditimbulkan.

Saat terjaring jadinya juga sempat ingin mengundurkan diri karena takut melukai hati masyarakat kepada pemerintah daerah.

“Saya minta maaf sebesar-besarnya atas kejadian yang saya lakukan saat dinas luar ke NTB, baik kepada Bupati Bangka Selatan, Wakil Bupati maupun masyarakat. Mudah-mudahan ini bisa menjadi pelajaran bagi saya,” tutupnya.

Baca Juga  Pemkab Basel Terapkan Aplikasi Srikandi dan TTE, Riza: Hemat Ratusan Juta Rupiah