TIMELINES.ID- Susu formula untuk bayi memiliki kandungan yang berbeda-beda. Hal ini membuat orang tua perlu cermat dalam memilih susu formula terbaik dan sesuai dengan kondisi buah hati. Dengan begitu, kebutuhan nutrisi bayi dapat tercukupi dan mendukung tumbuh kembangnya.

ASI merupakan asupan terbaik untuk bayi. Namun, pemberian ASI terkadang tidak disarankan jika ibu atau bayi memiliki masalah medis tertentu. Bila hal ini Bunda alami, pemberian susu formula dapat dilakukan guna membantu tumbuh kembang Si Kecil.

Pemilihan susu formula untuk bayi baru lahir atau masih berusia di bawah 1 tahun mungkin bisa menjadi tantangan bagi orang tua. Pasalnya, bayi pada usia tersebut tidak boleh mendapatkan sembarang asupan, termasuk susu formula, karena tubuhnya belum bisa mencerna makanan dengan sempurna.

Baca Juga  8 Manfaat Cabai Pedas tapi Baik untuk Kesehatan

Perhatikan Hal Ini Saat Memilih Susu Formula untuk Bayi

Ada berbagai merek susu bayi yang bisa dipilih di pasaran. Berikut adalah beberapa hal yang harus Bunda perhatikan dan pertimbangkan dalam memilih susu formula untuk bayi:

1. Kondisi bayi

Hal pertama yang harus Bunda perhatikan saat memilih susu formula untuk bayi adalah kondisi kesehatan buah hati. Bayi yang memiliki kondisi khusus, seperti bayi prematur atau berat badan lahir rendah, membutuhkan susu formula khusus dengan kandungan kalori dan mineral ekstra untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya.

Oleh karena itu, bila Si Kecil memiliki kondisi kesehatan tertentu, Bunda harus berkonsultasi ke dokter mengenai pemberian susu formula yang tepat. Hindari memilih sembarang susu formula.

2. Jenis susu formula

Baca Juga  6 Gejala Penyakit Jantung, Waspadai Nomor 3

Jenis susu formula juga penting untuk Bunda perhatikan. Pasalnya, ada produk susu formula yang menggunakan protein jenis whey, protein jenis casein, atau gabungan keduanya.

Untuk bayi baru lahir dan di bawah usia 1 tahun, sebaiknya Bunda pilih produk susu formula sapi yang menggunakan protein jenis whey karena lebih mudah dicerna.

Bunda juga bisa memilih produk susu formula yang menggabungkan kedua jenis protein tersebut. Namun, ingat bahwa komposisi protein whey harus lebih tinggi daripada casein. Umumnya, rasio antara whey dan casein adalah sekitar 60:40. Rasio ini setara dengan kandungan protein pada ASI.