PANGKALPINANG, TIMELINES.ID — Sejumlah perusahaan tambak udang di Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengalami merosot omzet atau pendapatannya akhir-akhir ini.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Provinsi Babel, Darlan mengatakan, perusahaan tambak udang merosot pendapatannya karena adanya virus menyerang udang-udangnya.

Bahkan, kata Darlan, banyak perusahaan udang yang sebelumnya eksis kini ingin menjual usahanya, karena tidak mendapatkan untung.

“Jadi banyak mereka yang eksis pengen dijual karena gak sanggup lagi, tidak ada untung bahkan rugi mereka, udang mati apalagi musim panas kemarin, kedua udangnya tidak besar-besar karena virus itu,” kata Darlan, Selasa (19/12/2023).

Meski demikian, sejauh ini belum ada perusahaan yang tutup total atau angkat kaki investasinya dari Bangka Belitung hanya saja mereka menutup sementara operasi perusahaannya.

“Sementara mereka tak operasi, mereka memproses IPAL atau pengolahan limbahnya, jangan sampai menumpuk,” ungkapnya.

Sementara, untuk melihat capaian realisasi investasi dari sektor tambak udang ini Darlan tidak bisa menjelaskan, sebab data itu ada di pemerintah kabupaten kota selaku izin pengeluaran lokasi dan izin lingkungan.

“Laporannya ke kabupaten kota karena mereka ini (tambak udang) izin lokasi dan lingkungan itu kabupaten kota karena banyak kecuali di provinsi itu lintas, antara Bangka dengan Bangka Barat misalnya,” pungkasnya.