Direktur PDAM Tirta Bangka, Abdi Nursahri mengatakan kegiatan dilakukan setelah beberapa waktu lalu kawasan DAM 1 Pemali dihantam oleh ratusan tambang timah ilegal jenis TI sebu. Dampaknya pelanggan PDAM mengeluhkan kondisi air yang mengalir ke pelanggan menjadi keruh.

“Ada sekitar 5.000 an pelanggan PDAM Tirta Bangka di Sungaliat dan Pemali yang asal sumber airnya dari DAM 1 Pemali, pelanggan kita sempat protes dan mengeluhkan airnya keruh akibat adanya penambangan. Semoga dengan penanaman pohon ini tidak ada lagi penambangan timah di sekitar DAM 1 Pemali kedepannya,” kata Abdi.

Pj Bupati Bangka, M Haris mengungkapkan ide penanaman pohon ini dilakukan setelah berdiskusi dengan PWI Babel dan pihak PDAM Tirta Bangka. Apalagi kawasan Kolong Dam 1 Pemali yarg dirambah tambang kerap ditertibkan oleh Satpol PP dan Polres Bangka. Bahkan terakhir, tim gabungan dari Polres Bangka, Satpol PP dan Subdenpom sudah melakukan razia.

Baca Juga  Pj Gubernur Penuhi Keinginan Nelayan, Hanafiah: Tidak Sia-Sia Kami Menginap

“Setelah diskusi muncullah ide PWI Bangka Belitung menanam pohon disini. Capek juga kita sama Polres Bangka kucing-kucingan sama penambang sebu ini, anggota Satpol PP saya sampai hari ini berjaga di pos yang didirikan pakai tenda di DAM 1 Pemali ini. Ayolah sama-sama semuanya peduli kalau rumah diana bupati saja keruh apalagi rumah masyarakat pelanggan PDAM Tirta Bangka,” katanya.

Ketua Panitia, Rudi Syahwani mengatakan jika ada komitmen untuk menjaga DAM 1 Pemali tidak akan ada penambangan di kawasan sumber air baku PDAM Tirta Bangka. Namun sangat disayangkan ada pihak tertentu yang mendorong bahkan bisa dikatakan membekingi penambang. PWI Babel, katanya dipastikan akan terus mengawasi kawasan yang telah ditanami pohon di DAM 1 Pemali.

Baca Juga  Waduh! Sampah Plastik di Bangka Capai 16,9 Persen

“Kalau masih ada yang nambang akan kita beritakan, kawasan Kolong DAM 1 Pemali selain merupakan air baku PDAM Tirta Bangka juga masuk dalam kawasan hutan yang tidak boleh ditambang,” kata Rudi Syahwani. (**)