BANGKA BARAT, TIMELINES.ID — Nasib malang dialami MD, seorang ayah yang bermukim di Dusun Tambang Dua Lima, Desa Cupat, Parittiga, Kabupaten Bangka Barat (Babar). Pasalnya, Jumat (29/12/2023) kemarin, anaknya, Bayu (23), dipastikan pergi untuk selamanya.

Sebab, Bayu, menjadi korban ganasnya alam setelah terkubur hidup-hidup di sebuah kolong tambang timah yang berada di kawasan perkebunan kelapa sawit milik Cong Akin, Desa Sekarbiru, Parittiga. Baiknya, kejadian ini, bisa jadi pelajaran dan diambil hikmahnya.

Bahwa dalam mencari nafkah, mengais rezeki, ada risiko-risiko yang mau tidak mau dihadapi. Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan keterangan saksi-saksi, sebelum alam menelan Bayu, sang ayah, MD, sudah memberikan upaya penyelamatan.

Baca Juga  Jika Keuangan Membaik, Deddi Yakin Markus Peduli akan Kesejahteraan Pegawai

Secara maksimal dan mempertaruhkan nyawanya. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kapolres Babar AKBP Ade Zamrah melalui Kapolsek Jebus Kompol Albert Daniel Hamonangan Tampubolon, ketika dimintai konfirmasi wartawan, Sabtu (30/12/2023) sore.

“Jadi setelah tanah di sekeliling korban ambruk dan menimpanya, pada saat itu korban sedang berada di bawah dan kedalaman kolong sekira kurang lebih dua meter, ayah korban, MD, langsung berlari dan turun ke bawah, berupaya menyelematkan korban,” kata Albert.