Sosok pelindung di dalam keluarga itu, sambung dia, sempat memegang dan menarik tangan korban saat detik-detik sebelum korban dikubur tanah. Namun nahas, genggaman tangan keduanya terlepas. MD tak putus asa, dia dengan sigap langsung meminta bantuan.

“Ayah korban meminta bantuan warga sekitar untuk membantu melakukan evakuasi. Sekira pukul 12.30, ayahnya bahkan meminta bantuan eksavator yang tidak lama berselang tiba di lokasi dengan dibawa oleh inisial JN. Alat ini lalu dikerahkan,” tambah Albert.

Setelah beberapa jam upaya evakuasi dilaksanakan, bahkan aparat kepolisian juga ikut terlibat, korban baru ditemukan sekira pukul 14.30 WIB. Akan tetapi, nyawa pemuda tersebut sudah tidak lagi menyatu dengan raga dan dinyatakan meninggal dunia.

Baca Juga  KONI Bangka Barat Siap Fasilitasi Atlet yang Berlaga di PON 2024

“Kemudian kami langsung membawa jenazah korban ke RS Timah Parittiga untuk dievakuasi dan dilakukan visum hingga diserahkan kepada keluarganya.
Hingga saat ini kejadian laka tambang ini sedang kita dalami penyelidikannya, demikian,” jelas Albert.