Oknum Ormas Dikabarkan Jadi Koordinator di Tembelok, Mau Bekerja, Penambang Harus Bayar DP Rp2,5 Juta
“Iya bener, kemarin malam abang dapat tawaran untuk mengambil langsung bendera ke kantor ormas di Keranggan, namun harus bayar uang DP sebesar 2,5juta dulu. Untuk ponton selam yang akan menambang di Tembelok itu saat ini sudah parkir di Laut Sawah,” ujar GF.
Berkumpulnya ponton tambang timah jenis selam di perairan Kampung Sawah ini, sembari menunggu arahan dan instruksi, kemungkinan dari ormas tersebut. Kabar yang diterima GF pula, bahwa ponton tambang lego jangkar di sana, pasti sudah bayar uang muka.
“Kemarin sempat dapet kabar kalau ponton yang sudah membayar uang DP sebesar 2,5 juta rupiah tadi disuruh kumpul di laut sawah dulu untuk menunggu instruksi, tapi abang tidak yakin karena lokasi tu masih ilegal”, tambah GF.
Menanggapi hal ini, Komandan Kodim (Dandim) 0431/Babar Letkol Inf Kemas Muhammad Nauval dengan tegas mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak termakan isu hoaks. Dibangun oleh oknum yang tak bertanggungjawab dalam rencana itu.
“Imbauan untuk seluruh masyarakat agar tidak termakan oleh isu hoaks, apalagi sampai membayar sejumlah uang terkait aktivitas pertambangan ilegal di perairan Tembelok dan sekitarnya,” ujar Kemas saat ditemui sejumlah awak media.
Pihaknya memastikan bahwa kegiatan ilegal di wilayah perairan tersebut tidak akan bisa berjalan selama belum memiliki payung hukum yang jelas.
“Selama belum memiliki payung hukum yang jelas, saya pastikan kegiatan ilegal di wilayah tersebut akan mendapat tindakan tegas dari aparat penegak hukum,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.