Bukankah dengan berbagi makanan kepada anak yatim, tidak akan mengurangi harta kita? Justru Allah SWT akan menggantinya berkali-kali lipat dengan pahala kebaikan.

4. Cara Menyayangi Anak Yatim Dengan Memperbaiki Keadaan Mereka Menjadi Lebih Baik

Allah SWT mengajak umat-Nya agar berlomba-lomba berbuat kebaikan kepada anak yatim. Sebagaimana dalam firman Allah QS. Al-Baqarah [2]:220, yaitu ”tentang dunia dan akhirat. Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang anak-anak yatim. Katakanlah, “Memperbaiki keadaan mereka adalah baik.”

Melihat kondisi anak yatim yang kehilangan kasih sayang ayahnya karena sudah meninggal, belum lagi terkendala ekonomi, sudah sewajarnya jika kita berbondong-bondong untuk mensejahterakan hidup anak yatim.

Memperbaiki keadaan anak yatim lebih baik dalam artian dengan memberikan kasih sayang yang selama ini belum mereka dapatkan, memberikan fasilitas pendidikan, dan memberikan santunan kepada mereka. Allah SWT sangat menyayangi anak yatim. Semoga kita mampu memperbaiki keadaan dan meningkatkan kesejahteraan anak yatim.

Baca Juga  Bencana Tanah Longsor di Bogor, 4 Korban dalam Pencarian

5. Tidak Boleh Menghardik Anak Yatim

Dalam surat Al-Maun Allah SWT berfirman, “Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Maka itulah orang yang menghardik anak yatim.’” (QS. Al Ma’un [107] :1-2)

Arti menghardik anak yatim adalah membentak-bentak anak yatim ataupun berlaku kasar.

Sebagai umat Islam tidak diperbolehkan untuk membentak-bentak anak yatim dan membuat hati mereka sakit dengan perbuatan kita. Nabi Muhammad SAW pun seringkali mencontohkan harus berbuat baik, santun, dan menyayangi anak yatim.

Cara menyayangi anak yatim dengan bersikap sopan dan tidak menghardik mereka adalah sikap yang perlu kita terapkan. Jangan sampai kita dianggap mendustakan agama oleh Allah SWT karena kita menghardik anak yatim.

Baca Juga  Mengapa Anak Yatim Dimuliakan? Ini Penjelasannya dalam Islam

Keutamaan Menyayangi Anak Yatim

Melihat berbagai ayat-ayat Alquran yang senantiasa memuliakan anak yatim, maka kita harus mengamalkan isi dari ayat-ayat tersebut. Allah SWT benar-benar menghimbau umat-Nya agar peduli terhadap anak yatim. Rasulullah pun menganjurkan untuk terus berbagi kebaikan kepada anak yatim. (Dilansir dari Dompetdhuafa.org)