Literasi Jalanan, Cara Baru Bangkitkan Minat Baca
Selain itu, mengubah pandangan masyarakat bahwa ruang publik itu sebagai tempat hal yang negatif yang sering di tempati muda-mudi menjadi hal yang positif bagi masyarakat khususnya anak-anak yang bermain di ruang publik serta terciptanya ruang publik ramah anak.
Kebebasan Penggunaan Ruang Publik
Jika kita membicarakan kebebasan penggunaan ruang publik nampaknya masih banyak pemerintah membatasi kegiatan penggunaan ruang publik.
Berdasarkan empiris teman-teman kita melakukan penggunaan ruang publik masih banyak yang terkena teguran oleh pihak keamanan dengan alasan tidak adanya perizinan yang dilakukan oleh teman-teman ketika menggunakan ruang publik.
Seyogyanya kita pahami bahwa ruang publik adalah sebuah ruang yang bebas dilakukan oleh masyarakat untuk melakukan kegiatan.
Selagi tidak menggangu penggunaan ruang publik tersebut.
Jika ruang publik masih dibatasi maka stigma negatif dari ruang publik masih kita temukan di kalangan masyarakat ini.
Apalagi tujuan penggunaan ruang publik tersebut dengan kegiatan yang bermanfaat seperti melakukan kegiatan lapak baca gratis di taman-taman maupun di alun-alun kota.
Jika masih adanya pelarangan tersebut mengingatkan dengan lagu yang dinyanyikan oleh Resha stromp yang berjudul “Reformasi dikorupsi”
Runtuhnya demokrasi
Ketika buku dirampas
Diskusi dibubarkan
Demo protes ditangkap
Sedikit-dikit penjara
Sedikit-dikit asusila
Sedikit-dikit pelanggaran
Raza Ar Rifki
Seorang pelajar dan aktif di gerakan literasi jalanan di Kota Malang (WA 081252461400)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.