Yuk Pahami ini Pengertian dan Ciri Pantun Nasehat
Pantun diharapkan dapat menjadi penuntun hidup bagi orang yang mendengar maupun membacanya, sebab tak hanya berisi nasehat dan imbauan, cara penyampaiannya pun memiliki ciri khas, selain itu pantun umumnya terdiri atas empat baris atau pada pantun dikenal juga dengan sebutan larik, dimana setiap barisnya terdiri dari 8-12 suku kata sebab pada mulanya pantun tidak ditulis namun disampaikan secara lisan.
Karena itulah, tiap baris pada pantun dibuat sesingkat mungkin, namun tetap padat berisi. Oleh karena alasan ini setiap baris pada pantun umumnya terdiri atas 8—12 suku kata. Pantun juga memiliki rima a-b-a-b atau a-a-a-a, tidak boleh a-a-b-b atau a-b-b-a.
Khusus pantun bentuk rima biasanya adalah a-b-a-b atau memiliki kesamaan bunyi antara baris pertama dengan ketiga pantun dan baris kedua dengan baris keempat atau antara sampiran dan isi.
Keunikan lainnya pada pantun yang membuatnya mudah diingat oleh para pendengar dan pembacanya adalah sebagai jenis puisi lama pantun juga dilengkapi dengan pengantar yang tak hanya jenaka tapi juga puitis pada saat yang bersamaan.
Selain memiliki ciri umum seperti di atas, dari segi isinya, pantun nasehat memiliki ciri sebagai berikut :
●Berisi pesan / nasehat / moral untuk menjadi lebih baik.
●Berfungsi menyebarkan berbagai nilai-nilai kebaikan dan budi pekerti yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
●Kadang berisi perintah seperti : jauhi, jangan, dilarang, seharusnya, sebaiknya.
●Dipakai di acara-acara seperti pengajian, kegiatan belajar mengajar dll.
Itulah beberapa ciri dari pantun nasehat. Setelah membahas ciri-ciri pantun nasehat, maka pembahasan selanjutnya adalah contoh pantun nasehat.(Dilansir dari Gramedia.com)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.