Di sisi lain sambung dia, kenaikan harga secara nasional juga terjadi terhadap komoditas bawang merah dari semula Rp35 ribu per kilogram naik Rp10 ribu menjadi Rp45 ribu per kilogram. Sama halnya dengan harga bawang putih, semula Rp35 ribu naik Rp3.000 menjadi Rp38 ribu per kilogram. Harga ayam broiler utuh juga naik mencapai Rp28.000 per kilogram dari semula Rp25 ribu per kilogram.

Kemudian harga telur juga masih cenderung stabil Rp1.800 per butir sedangkan per kilogram Rp30 ribu. Harga komoditas ikan juga berangsur stabil, ikan kembung dibanderol Rp38 ribu per kilogram. Lalu, ikan bandeng Rp25 ribu per kilogram, udang Rp80 ribu per kilogram. Terigu Rp13 ribu per kilogram, kedelai Rp13.500 per kilogram, kacang tanah Rp28 ribu per kilogram dan kacang hijau Rp25 ribu per kilogram.

Baca Juga  Selesaikan Pelatihan Koding dan AI, Puluhan Guru di Basel Semakin Siap Hadapi Tantangan Pembelajaran Masa Depan

“Memang ada beberapa komoditas naik, tetapi tidak terlalu signifikan masih bisa ditoleransi. Daya beli masyarakat juga masih bagus,” sebutnya.

Kendati demikian kata Era Fitrawati, pihaknya mengimbau pedagang tetap menjaga ketersediaan maupun harga bahan kebutuhan pokok masyarakat. Para pedagang harus menjaga, jangan karena pasca Nataru ini kemudian memanfaatkan momentum dengan menaikkan harga komoditas pangan. Padahal seharusnya pedagang tetap menjaga harganya sesuai harga pasar agar tidak terjadi inflasi.

Pasokan bahan kebutuhan pokok juga masih aman. Dia juga meminta masyarakat tidak memborong bahan pangan karena khawatir harga naik. Masyarakat diimbau agar berbelanja sesuai kebutuhan untuk menjaga komoditas yang ada. Dengan berbelanja bijak sesuai dengan kebutuhan.

Baca Juga  Dugaan Tipikor Bumdes Fajar Indah, Ternyata Uang Korupsi Dihabiskan untuk Judi dan Keluar Kota

“Stok Insya Allah dipastikan aman sampai tiga hari ke depan. Daya beli masyarakat masih tinggi persediaan stok di gudang juga masih aman selama tiga hari ke depan,” pungkas Era Fitrawati.