Kegiatan Pencarian kepiting bakau juga menjadi alternatif pola adaptasi yang dilakukan nelayan di Desa Ujungalang , Kecamatan Kampung Laut, Cilacap.

Selama kondisi cuaca Tidak memungkinkan untuk melaut. Pada musim paceklik, banyak nelayan yang mencari kepiting bakau sebagai komoditas substitusi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Selain kepiting bakau, komoditas lain yang bisa diperoleh dari kawasan bakau adalah ikan belanak dan kerang atau totok.

Kerang totok ini merupakan jenis kerang yang hidup di daerah pasang surut dan sekitar hutan bakau. Seringkali istri-istri nelayan mencari kerang-kerangan ini untuk dikonsumsi atau diolah menjadi sate kerang lalu dijual.

Kelimpahan kerang darah di kawasan mangrove Desa Ujungalang masih cukup tinggi. Pengolahan kerrang ini dapat menjadi alternatif penghasilan tambahan bagi keluarga nelayan ketika nelayan kesulitan melaut.

Baca Juga  Pengaruh Musim dan Kondisi Ekonomi Nelayan di Kampung Laut Cilacap

Selain itu, di Kecamatan Kampung Laut sendiri terdapat kawasan wisata Arboretum mangrove “kolak sekancil” yang memiliki berbagai koleksi tumbuhan bakau, flora dan fauna langka yang dilindungi.

Selain keanekaragaman flora, kampung laut juga memiliki keanekaragaman fauna tumbuhan yang beragam.

Terdapat 3 jenis mamalia yaitu lutung (Presbytis cristata), ekor monyet panjang (Macaca fascicularis) dan linsang (lutra perspicillata). Satwa yang ditemukan yaitu 32 jenis ikan, biawak (Vanus salvatori) dan ular bakau (Homalopsis buccata).

Para nelayan saat tidak melaut kerap membantu di Arboretum Mangrove dan kawasan wisata. Bahkan ada pula istri-istri nelayan yang berjualan di kawasan wisata ini untuk menambah penghasilan rumah tangga.

Ketika musim penangkapan ikan tidak menentu dan frekuensi penangkapan ikan nelayan semakin berkurang, anak-anak nelayan sering mencari hasil tangkapan di kawasan mangrove, baik bersama nelayan (ayahnya) maupun bersama anak-anak nelayan lainnya. Istri nelayan juga berperan dalam menyelamatkan perekonomian keluarga dengan melakukan upaya lain seperti pengolahan kerang totok.

Baca Juga  Tanam Mangrove, Upaya PT Timah Tbk Jaga Ekosistem Pesisir dan Mengurangi Dampak Perubahan Iklim

Selain itu ketika terjadi musim paceklik yang berkepanjangan atau iklim yang tidak menentu, para nelayan mulai melakukan pekerjaan paruh waktu sebagai buruh tani, istri-istri nelayan juga biasanya melakukan pekerjaan yang sama dengan suaminya untuk meningkatkan pendapatan yang diperoleh.

Optimalisasi tenaga kerja rumah tangga Pendapatan terbanyak biasanya didapat jika salah satu anggota keluarga mulai melakukan migrasi, mencari pekerjaan di kota atau menjadi TKI (Tenaga Kerja Indonesia) di luar negeri.

Beberapa istri nelayan mengaku menjadi TKI di Arab Saudi untuk mencari nafkah keluarga. Keluarga yang salah satu anggotanya pernah menjadi TKI biasanya terlihat dari bentuk rumahnya yang lebih bagus dibandingkan dengan rumah nelayan pada umumnya.

Baca Juga  Tren Bisnis Digital 2025: Inovasi Mendominasi Pasar