Meningkatkan Kemandirian Pendidikan melalui Platform Merdeka Mengajar
2. Agar mampu merancang pembelajaran yang inovatif
3. Mewujudkan pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan bagi siswa, sehingga materi yang mereka pelajari akan menjadi lebih bermakna.
4. Mewujudkan pembelajaran yang berpusat pada siswa dan merdeka belajar
Kegiatan aksi nyata sebagai guru setelah belajar dalam fitur pelatihan mandiri di PMM ini, saya awali dengan mempersiapkan rencana pelaksanaan layanan yang akan digunakan, selanjutnya membuat media pembelajaran dan mempersiapkan permainan yang akan diterapkan dalam proses pembelajaran, kemudian mengkoordinasikan kepada kepala sekolah terkait pelaksanaan aksi nyata yang akan dilakukan.
Selain itu saya juga menyampaikan nilai-nilai dan peran guru sebagai agen transformasi pendidikan yang perlu juga diketahui oleh guru-guru yang lain. Setelah melakukan persiapan tersebut, saya menerapkan pembelajaran di kelas yang diawali dengan Ice breaking dan pada tahap pembelajaran mengkombinasikan pembelajaran dengan permainan.
Setelah teknik tersebut dilaksanakan, siswa merasa senang dan antusias dalam belajar dan perubahan besar terjadi ketika sebelum melaksanakan pembelajaran yang dikombinasikan dengan permainan siswa kurang mau bertanya dan hanya menjawab ketika harus ditunjuk namun akhirnya mereka aktif dalam belajar tanpa harus takut ketika ingin bertanya maupun menjawab.
Dengan meningkatkan kompetensi yang dimiliki dan kemauan untuk belajar dari setiap guru terutama dengan mengoptimalkan PMM, maka perubahan bisa dilakukan kearah yang lebih bermakna. Melalui latihan-latihan dan belajar melalui PMM, kolaborasi dengan teman sejawat dan menambah ilmu melalui seminar maupun diklat kita dapat merancang pembelajaran yang inovatif.
Kita dapat berinovasi dalam melaksanakan pembelajaran, dan kita dapat memanfaatkan kemajuan teknologi untuk belajar dan merancang pembelajaran yang lebih menyenangkan. Siswa menikmati proses pembelajaran yang mereka ikuti, tidak merasa bosan, lebih menyenangkan, dan tentunya bermakna bagi mereka dan dapat mewujudkan merdeka belajar.
Selama melaksanakan aksi nyata terkait nilai dan peran guru sesuai dengan topik yang ada di PMM, hal yang penulis rasakan adalah sangat- sangat termotivasi dan keinginan untuk melakukan pembelajaran kedepannya supaya lebih baik.
Peran dan nilai-nilai dari guru sesuai dengan kompetensi utama haruslah dimiliki dan dioptimalkan oleh seluruh pendidik, karena dengan mengetahui dan mengimplementasikan peran dan nilai-nilai tersebut akan dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan membahagiakan yang utamanya dapat memberikan kemerdekaan belajar kepada siswa.
Sehingga dengan penciptaan suasana seperti tersebut mampu menjadikan sekolah sebagai rumah kedua bagi anak untuk belajar dan berkembang sesuai kodrat alam dan kodrat jamannya.
Ide atau gagasan yang timbul sepanjang proses pembelajaran dan pengimplementasikan terkait peran dan nilai-nilai guru sesuai topik dalam PMM adalah mampu menjadi seorang guru yang inovatif yang nantinya dapat memerdekakan siswa dalam belajar, selain itu gagasan yang timbul adalah bagaimana menginovasi strategi mengajar agar lebih menyenangkan, mampu menjadi coach bagi guru lain, mendorong kolaborasi antar guru dan mewujudkan kepemimpinan murid.
Pembelajaran dan pengalaman dalam bentuk catatan praktik baik. Pembelajaran dan pengalaman selama penerapan peran dan nilai-nilai guru sesuai dengan topik dalam PMM terkait penerapan pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan adalah ketika melihat siswa dalam kegiatan pembelajaran yang merasa senang dan aktif dalam belajar.
Mereka sangat bersemangat ketika pembelajaran dikombinasikan dengan kuis, game dan berbagai aktivitas lain yang idenya kita bisa lihat dalam platform merdeka mengajar dan sesuaikan dengan karakter siswa dan lingkungan sekolah kita masing-masing.
Terlebih lagi fitur dalam PMM ditambahkan dengan fitur pengembangan diri yang tidak lagi hanya berisi pelatihan mandiri, akan tetapi ada juga fitur pengelolaan kinerja yang merupakan integrasi antara portal dari Kemendikbud dengan E-kinerja dari BKN sehingga sangat penting untuk dimanfaatkan bagi para ASN di lingkungan Kemendikbud.
Selanjutnya ada fitur Komunitas, dimana di dalamnya ada komunitas belajar yang dapat digunakan untuk mengembangkan diri peran guru, baik untuk berbagi praktik baik dalam webinar yang diselenggarakan maupun sebagai penggerak komunitas. Maka dari itu, mari optimalkan PMM sebagai platform dan layanan yang mampu meningkatkan kemandirian pendidikan.
DAFTAR PUSTAKA
Sembiring, M., Afni, K., & Dina, R. (2022). Sosialisasi kurikulum merdeka merdeka belajar untuk meningkatkan pengetahuan para guru di SD Swasta Muhamaddiyah 04 Binjai. 1(3), 235–238
Rahayu, R., Rosita, R., Rahayuningsih, Y. S., & Hernawan, A. H. (2022). Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di Sekolah Penggerak. 6(4), 6313–6319.
