Ziarah Kubur dan Keutamaan Mengunjungi Handai Tolan
Meski secara hari pengistimewaan, tidak dikhususkan untuk mengunjungi handai taulan. Namun, sebagaimana disabdakan secara rutin sebelum khatib naik mimbar bahwa Jumat adalah penghulu hari atau disebut “Sayyid al-Ayyam.”
Maka mengunjungi keluarga karib atau handai taulan, sebagai bagian dari perayaan “Ied” tersendiri yang tentu berbeda denga dengan “Ied” Fitri atau Adha. Termasuk mengunjungi orang miskin dan menjenguk orang sakit.
Tentunya Mendoakan kebaikan untuk ahli kubur, terlebih kedua orang tua adalah utama pada saat-saat yang diijibahnya doa seperti Hari Jumat, di seperempat malam, dan waktu puasa.
Menziarahi kubur khususnya kerabat seperti ayah dan ibu juga mengingatkan semisal keduanya masih memiliki perkara dunia yang harus diselesaikan khususnya oleh keluarga selaku ahli waris yang masih hidup.
Kemudian, dapat juga menjadi momentum bagi peziarah untuk mengingatkan jika kelak meninggalkan terkait wasiat, baik harta, pemakaman, dan lain sebagainya, termasuk melapangkan dada terhadap berbagai hal termasuk kabar baik dan ancaman terkait fenomena alam kubur, “Wallahu a’lam.”
Nazwar, S. Fil. I., M. Phil, Penulis Lepas Lintas Jogja Sumatera
