TIMELINES.ID– Isra mi’raj adalah kejadian luar biasa menurut ukuran manusia. Di hadapan Tuhan, tidak ada yg di sebut luar biasa.

Sebab semua peristiwa sudah dlm jangkauan ilmu Nya, baik kejadian ghoib, sebagaimana Nabi Muhammad SAW di perlihatkan perkara yg ghoib semacam surga, neraka, dan sidrotul muntaha, maupun kejadian alam “nasut”  dalam sunnatullah yg tercipta. Tuhan adalah pencipta, Dia berada di luar ciptaan Nya dan tdk sama sekali sama dg makhluk. “laisa kamitslihi syaiun”. Tuhan menciptakan semesta agar di kenal oleh makhluk Nya lewat sifat-sifat dan Asmaul husna..

Pentingnya memperbaiki Hubungan Sesama

Baik dengan Tuhan semesti nya baik pula kepada sesama, sebagaimana banyak hadis yg memerintahkan untuk berbuat baik kepada tetangga, di suruh berkata baik atau diam jika tidak bisa berkata baik, menyingkirkan duri jika mengganggu orang lewat di jalan, perintah menjadi juru damai jika ada sesama yang bertikai, larangan iri, hasud dengki, dendam, ghibah dan masih banyak lagi anjuran agar manusia hidup berdampingan dan tidak saling bermusuhan. ‘

Baca Juga  Filosofi Salat dalam Isra Miraj (1)

Sepertinya kurang nyambung jika misalkan manusia banyak beribadah kepada Allah SWT, tapi punya hutang pura-pura lupa, suka mengadu domba, menghasut, provokasi, iri, dengki dan penyakit-penyakit hati lain nya.

Sehingga di dalam Islam di atur bagaimana sikap muslim kepada orang tua, istri anak, saudara, tetangga, yang seagama ataupun beda agama, bahkan di atur pula bagaimana hubungan manusia dengan alam seperti cara memanfaatkan sumber daya alam baik hewani, nabati, mineral maupun barang tambang. Itu semua agar terdapat harmonisasi antara sesama makhluq

Mi’raj nya Rasulullah SAW

Mi’raj adalah naik dari derajat rendah menuju derajat yang luhur.  Manusia harus beranjak dari derajat ragawi melaju tinggi menjadi derajat ruhani. Dan wasilah agar bisa melesat tinggi menuju derajat ruhani adalah dengan media sholat sebagaimana oleh-oleh yang di bawa dari perjalanan mi’roj itu sendiri. Dalam sholat inilah terdapat media mi’roj yang di sediakan oleh Allah SWT untuk para hamba Nya. Sholat tanpa mi’roj nya hati, tentu hanya bisa menggugurkan kewajiban syari’at belaka.

Baca Juga  Peringati Isra Mi'raj, Ini Makna dari Perjalanan Nabi Muhammad SAW

Sholat yg bisa membawa mi’raj adalah sholat yg mempunyai nilai tinggi di hadapan Allah SWT.
Bagaiman sholat manusia bisa bernilai tinggi ?

Setidak nya menurut Imam Ghozali sholat akan bernilai tinggi jika memenuhi 6 kriteria:

Khudlurul Qolbi, yaitu konsentrasi hanya berpikir dan bertindak untuk menghadap Allah SWT di dalam sholat nya. Bukan memikirkan pekerjaan rumah nya atau yang lain nya yang tidak ada hubungan nya dengan menghamba kepada Nya.

At-Tafahum, yaitu memahami apa yang di baca ketika sholat..Dalam takbir misal nya, manusia harus memahami bahwa Allah itu Maha Besar, dan manusia merasa kecil dan hina. Bukan ketika mengucap takbir, malah merasa benar sendiri dan lebih agamis di banding dengan tetangganya

Baca Juga  Dampak Tak Menjaga Lisan di Tempat Kerjanya