Hikmah Isra’ Mi’raj Pentingnya memperbaiki Hubungan Sesama
Ta’dzim, yaitu setelah manusia memahami seluruh bacaan-bacaan yang terdapat di dalam sholat yang banyak menyebut kebesaran Allah SWT, dengan sendirinya manusia akan merasa diri nya tidak pantas untuk menyombongkan diri, merasa benar sendiri dan merasa diri lemah yang sangat butuh akan pertolongan dari Allah SWT.
Haibah, yaitu rasa takut kepada Allah karena kebaikan dan kebesaran Nya
Roja’, yaitu setelah kita takut karena kebaikan Nya, muncullah harapan manusia akan Rahmat Nya, sehingga di dalam sholat juga terdapat banyak do’a untuk kebaikan orang yang sholat
Haya’, yaitu setelah muncul harapan Rahmat Allah SWT, timbullah rasa malu manusia akan berbuat maksiat.
Bilamana seorang hamba bisa melalui 6 kriteria dalam sholat nya tersebut, niscaya seorang hamba tersebut akan memperoleh kebahagian. Lantas, kebahagian macam apa yang akan di dapatkan nya?
Menurut Ibnu Miskawaih dalam kitab Tartibul Sa’adah, kebahagiaan itu ada 5 tingkatan yaitu:
1.Kebahagiaan jasmani, seperti kebahagiaan perut karena makan dan minum
2.Kebahagiaan mental seperti mendengar musik, nikah. Dengan mendengar lagu kesukaan, tentu hati dan pikiran kebanyakan manusia akan bahagia, rileks dan sesaat bisa melupakan segala permasalahan yang membelit kehidupan nya
3.Kebahagiaan intelektual, seperti pengetahuan tentang ilmu. Dengan memahami sebuah ilmu yg di pelajari, manusia akan merasa tersinari pikiran nya jika di bandingkan dengan orang yang gelap terhadap pengetahuan.
4.Kebahagiaan moral, seperti mengamalkan ilmu. Setelah kebahagiaan intelektual karena manusia memperoleh pengetahuan, kebahagian setelah nya adalah bahagia karena bisa mempraktekkan terhadap pengetahuan nya tersebut. Tahu ilmu bom nuklir misal nya, setelah manusia berhasil membikin bom tersebut, tentu dia akan memperoleh kebahagian karena berhasil menerapkan ilmu nya
5.Kebahagiaan spiritual. Kebahagiaan spiritual ini adalah puncak dari semua kebahagiaan, dan sarana untuk bisa mencapai nya adalah dengan sholat yang memenuhi 6 syarat sebagaimana keterangan yang terdapat dalam kitab Ihya Ulumuddin.
Ketika manusia sudah paripurna dengan 3 dimensi tersebut, maka derajat manusia akan menemukan predikat “abdun” ideal yang sudah di contohkan oleh “insan Kamil” pelaku isra’ mi’raj yaitu Nabi Muhammad SAW.(Dilansir dari Jabar.nu.or.id)
