KESEHATAN, TIMELINES.ID– Asam urat merupakan penyakit yang bisa diderita siapa saja. Bahkan anak muda di usia 20-an tahun juga bisa menderita asam urat.

Biasanya, nyeri karena asam urat kerap muncul di sekitar kaki dan lutut.

Asam urat atau gout arthritis adalah peradangan atau nyeri pada sendi (arthritis) yang disebabkan adanya penumpukan kristal.

Kristal tersebut adalah monosodium urate yang mengendap di sekitar sendi, sehingga timbul rasa sakit. Ini terjadi karena tingginya kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia).

Gejala Asam Urat

Gejala penyakit asam urat paling umum adalah rasa nyeri di area persendian, terutama di jempol kaki, pergelangan kaki, lutut, siku, pergelangan tangan, dan jari.

Serangan asam urat dapat muncul secara tiba-tiba dan intens. Gejala yang muncul seringkali terjadi pada malam hari dan bisa berlangsung berhari-hari bahkan berminggu-minggu.

Baca Juga  Obat Fomepizole Diklaim Dapat Mengatasi Kasus Gagal Ginjal

Berikut beberapa gejala atau ciri ciri penyakit asam urat yang dapat muncul:

●Rasa nyeri dan tidak nyaman di area persendian.
●Kemerahan, bengkak, dan sensasi rasa panas di persendian yang terserang.
●Rentang gerak terbatas akibat sendi kaku dan nyeri saat digerakkan.
●Rheumatic & Musculoketal Diseases mengungkapkan bahwa rasa nyeri paling parah muncul di hari pertama, terutama 4–12 jam awal. Secara perlahan, kondisi ini akan membaik selama tiga sampai sepuluh hari.

Penyebab Asam Urat 

Penyebab asam urat terjadi ketika tubuh terlalu banyak menghasilkan asam urat (hiperurisemia).

Biasanya, asam urat larut dalam darah dan diekskresikan dalam urine melalui ginjal.

Jika tubuh memproduksi terlalu banyak asam urat atau tidak cukup mengeluarkannya, itu dapat menumpuk dan membentuk kristal, seperti jarum. Hal inilah yang memicu peradangan dan nyeri pada persendian maupun jaringan di sekitarnya.

Baca Juga  Mau Tingkatkan Kualitas Tidur? Coba Lari Pagi dan Dapatkan 9 Manfaatnya

Setidaknya 9 faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit asam urat, di antaranya:

1. Usia

Penyakit asam urat biasanya dapat terjadi mulai di atas usia 30 tahun. Semakin bertambahnya usia, semakin tinggi risiko mengalami penyakit asam urat. Bahkan risikonya tiga kali lebih tinggi setelah berusia di atas 65 tahun atau lansia.

2. Jenis Kelamin

Advances in Rheumatology mengungkapkan bahwa asam urat lebih rentan dialami oleh pria dibandingkan wanita.

Hal ini karena wanita cenderung memiliki kadar asam urat yang lebih rendah.

3. Genetik

Menurut Journal of Personalized Medicine, penyakit asam urat juga bisa berkaitan dengan faktor genetik atau keturunan.

Seseorang memiliki risiko lebih tinggi mengalami asam urat jika salah satu atau kedua orang tua memiliki penyakit yang sama.

Baca Juga  Kulit Kering di Bawah Mata, Ini 4 Cara Mengatasinya

4. Asupan makanan tinggi purin

Penyebab asam urat selanjutnya yang paling sering terjadi adalah karena mengonsumsi makanan tinggi purin. Purin sendiri adalah senyawa alami yang ditemukan dalam banyak makanan, dan tubuh kita memecah purin menjadi asam urat.

Berikut beberapa jenis makanan penyebab asam urat yang perlu dibatasi:

●Daging merah, seperti daging sapi, kalkun, bebek, dan babi.
●Jeroan, seperti usus, hati, dan ampela.
●Hidangan laut (seafood), seperti sarden, kerang, kepiting, lobster, tiram, dan udang.

Sementara itu, beberapa minuman penyebab asam urat, antara lain:

●Sirup jagung tinggi fruktosa.
●Minuman manis atau mengandung gula tinggi.
●Minuman beralkohol.