Ada pula pertunjukan tentang kesetiaan tersebut yang sekarang sedang viral di Kepulauan Babel. Terakhir diberitakan bahwa beberapa pejabat tinggi di PT Timah dan swasta yang selama ini bekerja sama dalam tata kelola timah ditangkap dengan tuduhan korupsi.

Beredar kabar burung bahwa penangkapan tersebut bermula dari adanya saling lapor diinternal instansi BUMN yang bersangkutan. Yang belakangan justru mengakibatkan turunnya APH dan konon ditemukanlah bukti-bukti adanya pelanggaran.

Persaingan sehat akan menghasilkan peningkatan produktivitas dan kinerja. Sementara persaingan yang  tidak sehat akan memunculkan hal-hal negatif seperti rasa permusuhan dan konflik berkepanjangan. Kalau diteruskan suasananya akan membuat ketidaknyamanan dan mengganggu iklim kerja. Saling curiga sesama teman kerja atau hilangnya kepercayaan kepada siapa saja yang ada dalam sebuah institusi.

Baca Juga  Analisis Filsafat Hukum atas Pembatasan Fitur Live TikTok di Indonesia

Saya lalu terkenang nasihat dari seorang senior dan juga mentor yang memberikan contoh sangat baik dalam mengelola persoalan yang bersifat publik.  Ia hanya bertugas selama tiga bulan di Kepulaun Babel namun kesan yang ditinggalkannya cukup dalam. Bagaimana misalnya agar urusan publik terutama dalam bidang pelayanan seorang ASN mestilah bersikap profesional.

Di antaranya menghindari adanya conflik of interest dalam penanganan masalah-masalah publik. Bagaimana pula misalnya menyelaraskan kepentingan-kepentingan politik ke dalam struktur anggaran agar tak salah langkah. Namanya Yuswandi Temanggung, mantan Sekretaris Jendral Kementerian Dalam Negeri yang pernah menjabat sebagai Penjabat Gubernur Kepulauan Babel di akhir 2016 dan awal 2017.

Doktor ekonomi wilayah tamatan Amerika Serikat ini sangat taktis dalam menyelesaikan masalah. Dalam hal-hal yang menurut pandangannya perlu diluruskan di lembaga legislatif misalnya, ia akan segera mendatangi DPRD dan bertemu dengan pimpinan serta menyampaikan bagaimana dampak bila diteruskan sebuah kebijakan.

Baca Juga  Aik Nyet

Kemudian ia berusaha pula mencarikan apa upaya jalan keluarnya. Pemahamannya terhadap banyak aturan menyangkut pemerintahan dan keuangan membuat Yuswandi menjadi tempat berkonsultasi yang pas bagi berbagai pihak.

Dalam suatu kesempatan ia pernah bercerita bahwa sering sekali diminta hadir di berbagai persidangan sebagai tenaga saksi ahli. Baik di level pemerintah daerah maupun di level pemerintah pusat. Dari pengalaman panjangnya itu lalu ia memberikan nasihat sebagai kunci agar jangan salah melangkah dan keliru mengambil keputusan sebagai pejabat publik.

Nasihatnya sederhana saja tapi kadang tak mudah dilaksanakan di tengah-tengah kepentingan-kepentingan politik yang begitu tinggi yang dimiliki oleh seorang kepala daerah misalnya. “Kalau sudah sampai di pengadilan maka anda hanya akan dapat mengandalkan seorang teman sejati anda.

Baca Juga  Implementasi BSAN Berdasarkan Regulasi Terbaru Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026

Siapa dia? Itulah peraturan. Jadikanlah peraturan itu sebagai teman sejati anda. Bukan yang lain. Karena bila anda ada masalah hanya aturan yang dapat menyelamatkan anda. Bukan atasan dan bukan teman kerja anda,” ujarnya suatu ketika. Karenanya menurut Yuswandi memahami peraturan yang ada merupakan langkah awal dalam bekerja. Tapi itu saja tak cukup. Jadikanlah peraturan tadi teman sejati anda. Salam takzim.

Yan Megawandi