KESEHATAN, TIMELINES.ID– Banyak ibu mencampur ASI dengan susu formula (sufor) untuk bayinya dengan berbagai alasan pada masa menyusui. Pemberian ASI campur susu formula (sufor) ini artinya dilakukan secara bergantian dan berselang alias sendiri-sendiri.

Namun, ada juga ibu yang mencoba campur ASI dan susu formula dalam satu botol untuk bayi minum. Alasannya, dengan cara ini ibu bisa memaksimalkan asupan nutrisi bagi bayi selain hanya dengan menyusui ASI. Sebenarnya, bagaimana seharusnya memberikan ASI vs susu formula yang tepat?

Amankah memberikan ASI campur sufor untuk bayi?

Pada dasarnya, pemberian ASI campur susu formula (sufor) untuk bayi terbilang aman. Aman di sini artinya, pemberian ASI dan susu formula dilakukan secara bergantian. Dengan catatan, ini dilakukan saat usia bayi sudah 1 tahun.

Anda bisa memberikan ASI untuk bayi selama beberapa kali dalam sehari dan tetap menyelinginya dengan susu formula. Di sisi lain, Ibu juga bisa benar-benar beralih ke susu formula saja dari ASI.

Baca Juga  10 Amalan Sunnah Sempurnakan Puasa Ramadhan

Namun, perlu ditekankan, pemberian susu formula untuk bayi baru bisa dilakukan saat usianya sudah 1 tahun. Selama 1 tahun, bayi sebaiknya tetap minum ASI.

Bila memang diperlukan susu formula karena alasan tertentu, perlu konsultasi terlebih dahulu ke dokter anak. Di samping itu, perlu Anda pahami, sebelum memberikan ASI campur susu formula (sufor) untuk bayi, sebaiknya ketahui dulu cara yang tepat.

Apa penyebab atau alasan pemberian ASI campur sufor?

Pemberian ASI campur susu formula (sufor) untuk bayi diperlukan dalam kondisi tertentu. Memang, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan merupakan awal yang baik bagi tumbuh kembang bayi. Namun, ada berbagai penyebab yang mendasari mengapa ASI vs susu formula bisa diberikan secara bergantian.

1. Ibu mengalami masalah saat menyusui

Baca Juga  3 Penyebab Sakit Mata pada Anak dan Cara Mengatasinya

Ada beberapa masalah ibu menyusui yang bisa menghambat pemberian ASI. Melansir dari Pregnancy Birth and Baby, masalah saat menyusui mencakup sebagai berikut.

●Puting sakit, pecah-pecah, hingga berdarah sehingga menimbulkan tongue tie dan lip tie.
●Saluran susu pada payudara tersumbat.
●Mengalami mastitis atau peradangan payudara.
●Pembuluh darah di puting susu mengencang sehingga menghambat aliran darah normal.
●Puting susu ibu datar maupun masuk ke dalam sehingga kadang menyulitkan bayi saat menyusu.
●Perlekatan bayi kurang tepat pada payudara, entah karena teknik yang salah, lidah bayi tidak pada posisi menyusui yang benar, mengalami bibir sumbing, dan lainnya.

Bayi menolak menyusui

Jika masalah ini dialami Ibu saat usia bayi masih kurang dari 6 bulan, solusinya bisa dengan memerah ASI menggunakan pompa ASI dan memberikannya melalui cup feeder atau sendok. Bila usia bayi masih kurang dari 6 bulan, sebaiknya tidak pakai dot.

Jangan lupa, jika Anda memompa ASI tetapi tidak langsung diberikan kepada bayi, pastikan cara menyimpan ASI yang Anda lakukan sudah tepat. Namun, bila hal ini terjadi di usia bayi yang sudah lebih dari 1 tahun, pemberian ASI campur susu formula (sufor) bisa menjadi solusi lain.

Baca Juga  Polda Metro Cabut Status Tersangka Mahasiswa UI Yang Tewas Dalam Kecelakaan Lalu Lintas

2. Produksi ASI ibu kurang

Pemberian ASI campur susu formula (sufor) juga bisa dilakukan ketika produksi ASI Ibu tidak terlalu banyak. Jika ASI Ibu kurang, otomatis asupan harian bayi juga bisa kurang. Bila usia bayi masih kurang dari enam bulan, produksi ASI Ibu yang kurang ini dapat diakali dengan pemberian susu formula guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi.

Sementara bila usia bayi sudah di atas enam bulan, Anda bisa memberikan susu formula secara bergantian dengan ASI disertai dengan makanan pendamping ASI (MPASI). Sebaiknya perhatikan ketika produksi ASI Ibu rendah atau tampak berkurang dibandingkan dengan sebelumnya.