Sebab terkadang, pasokan ASI yang rendah bisa saja hanya berlangsung sementara dan nantinya akan kembali seperti semula. Di sisi lain, produksi ASI yang rendah bisa dikarenakan tidak cukupnya jaringan payudara untuk menghasilkan ASI.

Kondisi ini dapat disebabkan oleh pernah menjalani operasi payudara sebelumnya maupun mengalami kondisi medis lainnya. Jika produksi ASI masih keluar meski dalam jumlah yang tidak terlalu banyak, ASI campur susu formula (sufor) tetap bisa dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan bayi.

3. Berat badan bayi rendah

Terkadang, pemberian ASI saja tidak mampu meningkatkan berat badan bayi sehingga dibutuhkan bantuan dari susu formula. Setiap bayi pada dasarnya tumbuh dengan cara yang berbeda-beda, termasuk dalam hal peningkatan berat badan.Berat badan masing-masing bayi biasanya akan berubah pada waktu yang tidak sama.

Dalam waktu tertentu, berat badan bayi bisa menurun sementara karena susah makan. Berat badan bayi nantinya akan kembali naik dalam waktu singkat setelah bisa kembali makan seperti semula.

Baca Juga  5 Cara Agar Mental Wanita Lebih Kuat, Harus Berani Lakukan Nomor 4 Ya

Namun di sisi lain, berat badan bayi juga dapat susah mengalami peningkatan karena mengalami kondisi medis tertentu. Itu sebabnya, dalam hal ini bayi membutuhkan ASI campur susu formula yang diberikan secara bergantian guna membantu mencukupi kebutuhan gizi hariannya.

4. Sedang tidak berada di rumah

Penyebab pemberian ASI campur susu formula (sufor) lainnya yakni karena tidak nyaman menyusui di tempat umum atau di luar rumah. Sebenarnya, produksi ASI Ibu masih mencukupi kebutuhan bayi, hanya saja Ibu mungkin belum sempat memompa atau memang lebih menyukai pemberian ASI di rumah.

Jadi saat sedang berada di luar rumah, Anda lebih memilih untuk memberikan susu formula saat bayi lapar. Beberapa hal mungkin juga bisa menjadi tanda bahwa bayi membutuhkan asupan tambahan dari susu formula, selain dari ASI, seperti berikut ini.

Baca Juga  Manfaat Family Time Meski Hanya Dilakukan di Rumah

Payudara Anda tidak terasa ringan atau kosong setelah menyusui. Ini bisa menjadi tanda bahwa bayi tidak cukup banyak mendapatkan ASI.

Bayi yang berusia lebih dari 5 hari hanya buang air kecil kurang dari 6 kali per hari. Bayi juga rewel dan terlihat lesu sepanjang hari.

Beberapa alasan pemberian ASI campur susu formula (sufor) secara bergantian seperti di atas dapat dipertimbangkan sesuai kondisi Anda dan bayi.

ASI vs susu formula, mana yang lebih baik?

Dari beragam mitos ibu menyusui dan tantangan ibu menyusui, ASI tentu lebih baik daripada susu formula. Pemberian ASI penting khususnya untuk bayi yang masih berusia di bawah 6 bulan, terlebih bila sejak lahir diterapkan inisiasi menyusui dini. Ini karena ada banyak manfaat ASI untuk ibu dan bayi dari nutrisi yang terkandung di dalamnya.

Baca Juga  Daftar Makanan Sehat untuk Ibu Hamil, Simak ya Bun

Menariknya lagi, kandungan ASI tidak berisiko membuat gigi berlubang, sedangkan sufor punya kemungkinan lebih besar dalam menimbulkan lubang pada gigi. Ini karena susu formula memiliki kandungan gula yang tinggi. Ketika susu menempel di gusi dan gigi, bakteri punya ruang untuk berkembang biak sehingga kemudian menimbulkan gigi berlubang.

Itulah mengapa Ibu dianjurkan untuk rajin membersihkan gigi bayi sehabis menyusu ASI maupun susu formula guna mencegah gigi berlubang. Perlu diingat bahwa semakin lama Anda memberikan ASI untuk bayi maka akan semakin baik.

Tidak masalah jika Anda memberikan ASI sebanyak satu atau dua kali dalam sehari dan dilakukan secara bergantian dengan susu formula. Jadi, jika Anda ingin memberikan susu formula pada bayi karena alasan tertentu, sebaiknya tetap kombinasikan dengan ASI bila memungkinkan.(Dilansir dari puskesmas2kemranjen.banyumaskab.go.id)