Media Massa, Sarana Strategis Pembinaan Bahasa Indonesia
Kesalahan-kesalahan ini baru sebagian kecil saja. Belum lagi kita berbicara soal tanda baca, ejaan, dan lainnya.
Pembinaan bahasa Indonesia yang menyasar langsung ke pelaku media massa sangatlah tepat.
Para kuli tinta di Bangka Belitung khususnya, tidak semua berlatar belakang pendidikan Sarjana Bahasa Indonesia.
Bahkan kebanyakan wartawan di Babel berlatar belakang pendidikan SMA. Sehingga, penyuluhan bahasa Indonesia jika dilakukan bagi pelaku media sangat bermanfaat.
Jika penulis boleh memberi saran, kegiatan penyuluhan bahasa Indonesia di kalangan jurnalis memang harus dilakukan secara rutin, minimal satu tahun sekali.
Hal ini sebagai bentuk penyegaran penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam bahasa jurnalistik.
Sikap positif berbahasa tulis, salah satunya harus diawali oleh para kuli tinta.
Kebiasaan bersikap positif dalam bahasa tulis diharapkan dapat berdampak positif pula bagi para pembaca media massa.
Bangga Berbahasa Indonesia
Bangga berbahasa Indonesia, demikian penggalan kata yang diucapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Elfan Rulyadi saat membuka kegiatan Peningkatan Kemahiran Berbahasa Indonesia (PKBI) bagi Tenaga Profesional di Hotel Marina Toboali pekan lalu.
Bangga terhadap bahasa Indonesia juga ditegaskan Kepala Kantor Bahasa Babel, M. Irsan.
Ia menyatakan, bahasa Indonesia sejak akhir tahun 2023 lalu telah menjadi bahasa resmi dalam sidang UNESCO, sebuah organisasi Internasional yang bergerak pada bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan.
Kita memang harus bangga dengan bahasa pemersatu bangsa Indonesia melalui Sumpah Pemuda tahun 1928.
Kurikulum bahasa Indonesia sudah masuk di 52 negara di dunia dengan setidaknya 150.000 penutur asing saat ini.
Bahkan sudah lebih dari 45 negara di dunia yang mengajarkan bahasa Indonesia di lima benua.
Selain itu, tercatat lebih dari 300 lembaga dunia mengajarkan bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia pun digunakan oleh negara lain seperi Timor Leste, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, sebagian Filipina dan Thailand dengan berbagai dialek yang berbeda, indonesiabaik.id, “Bangga, Bahasa Indonesia Jadi Bahasa Resmi Sidang Umum UNESCO”.
Bangga berbahasa Indonesia, menurut penulis, juga dapat diimplementasikan dengan penggunaan bahasa jurnalistik yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.
Bahasa jurnalistik yang sesuai dengan aturan, berarti kita turut berpartisipasi dalam menyatukan anak bangsa dalam bahasa Indonesia.
Yuk bangga berbahasa Indonesia dalam bahasa jurnalistik!
Dedy Irawan, Wartawan Timelines.id Bangka Belitung
