Minumlah air putih dan hindari minuman manis atau teh dan kopi karena dapat merangsang berkemih yang dapat menyebabkan dehidrasi. Untuk kemudahan, minumlah 2 gelas saat Sahur, 2 gelas saat berbuka, dan 4 gelas lainnya di antaranya. Namun, asupan cairan bergantung dengan kondisi ginjal dan jantung Anda. Sekali lagi, konsultasikanlah hal ini dengan dokter Anda.

Ketiga, penting untuk melakukan pemantauan glukosa darah mandiri

Jumlah pemeriksaan dalam pemantauan glukosa darah mandiri bervariasi tergantung risiko Anda. Untuk Anda yang berisiko tinggi, pemeriksaan disarankan dilakukan selama tujuh waktu yaitu :

●Sebelum Sahur
●Pagi hari sesudah Sahur
●Siang hari sekitar jam 12 siang
●Siang ke sore hari sekitar jam 3 atau 4 sore
●Sebelum berbuka
●2 jam setelah berbuka
●Kapanpun Anda merasa tidak sehat atau mengeluhkan gejala hipoglikemia atau hiperglikemia

Baca Juga  Tak Hanya Ke Anak-Anak Alergi Susu Sapi Bisa Juga Dialami Orang Dewasa, Ini Penyebabnya

Sekali lagi, konsultasikan ke dokter Anda mengenai kapan Anda perlu melakukan pemantauan glukosa darah mandiri.

Keempat, segeralah batalkan puasa bila Anda mengalami hal berikut

Anda perlu membatalkan puasa bila hasil pemeriksaan glukosa darah <70 atau >300 mg/dl atau bila mengalami gejala hipoglikemia seperti keringat dingin, gemetaran, merasa lapar, pusing, atau bahkan penurunan kesadaran atau bila Anda sakit. Bila glukosa darah <70 mg/dl segeralah makan dan bila glukosa darah >300 mg/dl segeralah minum dan jangan lupa untuk konsultasikan pengalaman tersebut kepada dokter Anda sebelum Anda berpuasa kembali keesokan harinya.

Kelima, pilihlah waktu yang tepat untuk berolahraga

Olahraga tetap disarankan bagi penyandang diabetes tetapi jangan berolahraga berat saat sore hari. Anda tetap disarankan untuk beraktivitas seperti biasa namun ingat bahwa aktivitas saat solat Terawih dapat dianggap sebagai olahraga.

Baca Juga  9 Strategi Diet Saat Puasa, Hindari Nomor 6 Yah

Keenam, penyesuaian obat-obatan selama berpuasa

Karena terdapat perubahan aktivitas dan pola makan, beberapa obat diabetes yang biasa dikonsumsi juga perlu disesuaikan waktu konsumsi atau bahkan dosisnya. Tiap obat yang perlu penyesuaian mempunyai cara penyesuaian masing-masing.

Namun, Anda perlu berhati-hati bila Anda mendapatkan obat insulin atau obat perangsang sekresi insulin. Jangan lupa, untuk konsultasikan penyesuaian obat ini pada dokter Anda.
(Dilansir dari Ekahospital.com)