TIMELINES.ID– Umat Muslim berpuasa selama bulan Ramadhan (29 – 30 hari) dengan tidak makan dan minum dari matahari terbit sampai terbenam. Hal ini tidaklah mudah bagi sebagian orang apalagi bagi penyandang diabetes atau diabetisi.

Pada saat berpuasa akan terdapat perubahan asupan makan dan minum sehingga penyandang diabetes berisiko lebih tinggi mengalami hipoglikemia (kondisi glukosa darah rendah), hiperglikemia (kondisi glukosa darah tinggi), dehidrasi atau komplikasi akut seperti ketoasidosis diabetikum.

Oleh karena itu, walaupun akan dibahas tips untuk berpuasa secara aman, sangat penting bagi diabetisi untuk berdiskusi dengan dokter yang merawat tentang risiko dan bagaimana menurunkan risiko terjadinya kondisi di atas karena strategi ini perlu disusun secara individual karena setiap orang mempunyai risiko, kondisi, sumber daya, dan obat yang berbeda.

Baca Juga  Alami Flu saat Puasa, Begini Cara untuk Mengatasinya

Berikut adalah tahapan bagaimana berpuasa Ramadhan yang aman bagi diabetisi.

Pertama, kenali risiko Anda jika berpuasa Ramadhan

Secara umum, risiko berpuasa Ramadhan bagi penyandang diabetes digolongkan menjadi risiko rendah, sedang, atau tinggi. Penilaian risiko ini dilakukan berdasarkan tipe dan durasi diabetes, kejadian hipoglikemia, kontrol glikemik atau glukosa darah sebelumnya, jenis obat, pemantauan glukosa darah mandiri, komplikasi akut, komorbiditas atau penyakit penyerta, kehamilan, pekerjaan fisik, pengalaman bulan Ramadhan tahun sebelumnya, lama berpuasa, dan fungsi kognitif dan ke-renta-an seseorang terutama jika sudah berusia lanjut.

International Diabetes Federation dan Diabetes and Ramadan International Alliance merekomendasikan diabetisi yang berisiko tinggi dalam berpuasa Ramadhan untuk tidak berpuasa. Namun, jika Anda tetap mau berpuasa, penting bagi Anda untuk berkonsultasi dengan dokter Anda agar dapat merancang strategi termasuk pengawasan secara ketat selama berpuasa.

Baca Juga  Menyibak Kegelapan, Cahaya Itu Berpendar dan Mulai Bersinar

Untuk Anda yang berisiko sedang, Anda berhak untuk tidak berpuasa bila khawatir dengan keamanan dan kesehatan diri. Namun bagi diabetisi yang berpuasa, apapun risikonya tetap perlu menjalani evaluasi medis, penyesuaian obat, dan pengawasan ketat.

Kedua, jagalah asupan makan dan minum di bulan Ramadhan

Prinsipnya, pola makan dan minum selama bulan Ramadhan TETAP teratur. Prinsip dasar pola makan untuk diabetisi adalah 3J (tepat jumlah, tepat jam atau waktu, tepat jenis). Selama bulan puasa, akan terjadi perubahan dalam hal waktu makan dan jumlah tiap makan, tetapi total atau jumlah kalori per harinya adalah sama.

Sebagai panduan, untuk Sahur, diabetisi dapat makan sekitar 1/3 dari total kebutuhan per hari dan untuk berbuka atau Iftar, diabetisi dapat makan sekitar 1/2 dari total kebutuhan per hari dan sisanya adalah untuk snack bila diperlukan.

Baca Juga  Belajar dari Kisah Nabi Yusuf (Bagian 14): Menjaga Diri saat Tidak Diawasi

Sekali makan, jenis makanannya pun harus seimbang antara karbohidrat, protein dan lemak sesuai dengan rekomendasi umum. Kemudian yang terpenting, jenis makanan juga tetap harus diperhatikan dengan menghindari makanan dengan kandungan tinggi gula. Asupan minum juga tidak kalah penting bagi penyandang diabetes selama berpuasa.