kota kecil ini, sayang.
tempat aku duduk, menunggumu
dengan secarik kertas
kertas yang kemudian kupenuhi dengan kisah
dari dadaku sendiri
kertas lusuh tempat huruf-huruf puitis ini
kuciptakan sepenuh hati

di kota kecil ini, sayang.
tiada yang kekal selain harapan
tentang semua perjalanan yang kutuliskan
tentang cerita yang acapkali terlewatkan
tentang seribu mimpi yang ingin diwujudkan

tak ada yang bisa pergi dari kota kecil ini
sebab kenangan yang terpatri di sini
selamanya tertanam di hati

kota kecil ini, sayang.

Baca Juga  Rimbak, Lebak, Rebak, Kubak, Bebak, Kelekak (Selesai)