BANGKA BARAT, TIMELINES.ID — Salah satu bekas kediaman Muhammad Abdurrahman atau akrab disapa Menkiong menjadi lokasi pembantaian sadis yang dilakukan oknum tentara terhadap seorang warga di Kota Mentok bernama Asnadi.

Hal ini disampaikan langsung Asnadi saat dikonfirmasi wartawan pada Senin (1/4/2024) pagi. Nadi, sapaan akrab dia lalu menceritakan mulanya lelaki berusia 40 tahun itu sedang mencari ikan di Perairan Kampung Baru, Kelurahan Tanjung.

“Saya sedang pasang pukat tarik, adik saya datang, dia bilang ada tentara cari saya, terus saya pulang. Ternyata tentara itu sudah 2 kali bolak balik. Kejadiannya hari Jumat 29 Maret 2024 kemarin sore,” ujarnya kepada wartawan.

“Setelah itu sekitar jam 4, saya tunggu di rumah, tapi tidak datang. Karena yang cari saya itu saya tahu orangnya, dia itu pengawas proyek di Tembelok itu, entah sebagai bagian pam atau apa. Hampir setiap hari ketemu dia itu,” lanjutnya.

Baca Juga  Bupati Basel akan Bekukan Anggaran KONI Tahun 2024

Karena tidak ada kabar, pria berusia 40 tahun itu berinisiatif untuk mencari yang bersangkutan. Setibanya di jalan, ia bertemu dua orang. Ia dengan cepat langsung dibawa naik motor itu juga sehingga berboncengan tiga orang. Oknum tentara, ada di belakangnya.

“Tentara megang abang dari belakang, pakai baju dinas. Awalnya saya dibawa ke tempat proyek (arah Tembelok), saya dituduh maling besi. Saya bilang kalau maling tidak ada, tapi kalau minta sama operator PC bekas robohan kafe itu ada saya minta,” kata dia.

“Di sana saya ditekan terus, terus saya di bawa ke Culong, daerah Kelurahan Sungaidaeng, pakai mobil truk warna merah, ke rumah Menkiong lama. Tentara makai motor di belakang mulai tampar saya, di sana ada empat orang,” bebernya.

Baca Juga  Begini Kronologi Pemuda Desa Cupat Tewas Tertimbun Longsor, Sang Ayah Sempat Menarik Tangan Anaknya