Meningkatkan Kreativitas Siswa melalui Ekstrakurikuler Pramuka di Sekolah Dasar
Oleh: Emi Safitri, Leni Herlinda, Siti Nurjannah
Di era perkembangan teknologi pendidikan, setiap anak dituntut harus memiliki kreativitas dalam proses pendidikannya.
Saat ini, masih banyak sekali ditemukan siswa yang kebingungan dalam mengekspresikan dirinya pada saat proses pembelajaran.
Oleh karena itu, setiap sekolah sudah memiliki berbagai kegiatan guna meningkatkan kekreativitasan siswanya. Kegiatan tersebut biasanya dinamakan dengan ekstrakurikuler. Ekstrakurikuler ini merupakan kegiatan yang dilakukan di luar jam pembelajaran wajib yang dapat membantu siswa dalam mengembangkan bakat serta minatnya.
Salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang bisa meningkatkan kreativitas siswa adalah pramuka. Ekstrakurikuler pramuka ini merupakan kegiatan bermanfaat yang diikuti oleh siswa, hal ini karena kegiatan pramuka banyak mengajarkan nilai-nilai kepada siswa.
Saat ini setiap sekolah juga sudah memiliki kegiatan ekstrakurikuler pramuka. Kegiatan pramuka ini hadir untuk memberikan kesempatan kepada setiap siswa untuk mengasah maupun mengembangkan potensi dirinya terhadap minat serta bakatnya, termasuk juga untuk meningkatkan kreativitasnya.
Kegiatan kepramukaan merupakan ekstrakurikulikuler sekolah yang dilaksanakan dengan cara yang menarik, menantang, dan menyenangkan. Pramuka berupaya dalam pembentukan kreativitas generasi muda.
Pramuka adalah salah satu jenis pendidikan non-formal yang dapat bertahan selama bertahun-tahun dan berfungsi sebagai tulang punggung dalam mendidik dan membina generasi muda yang tangguh, terampil, cerdas, dan disiplin. Kegiatan pramuka bukan hanya materi atau materi pelajaran yang diperlukan.
Pendidikan pramuka sangat penting dalam struktur kurikulum pendidikan dasar. Pramuka dianggap sebagai tempat di mana karakter siswa dibentuk karena pramuka mengajarkan siswa keterampilan seperti kepemimpinan, kerja sama, solidaritas, keberanian, dan kebebasan.
Kegiatan pramuka ini memiliki kapasitas untuk meningkatkan kecerdasan siswa tentang rana afeksi, yaitu sikap dan perilaku sehingga siswa memiliki kemampuan untuk mengembangkan karakter yang positif. Misalnya siswa dapat membuat patung atau membuat kerajinan dengan bahan daur ulang.
Kegiatan ini tentunya dapat membantu mereka berpikir secara kreatif dan mengkomunikasikan ide-ide yang menarik.
