Sajian khas lebaran juga biasanya banyak mengandung daging sapi, dan santan, yang mana keduanya adalah sumber kolesterol jahat. Bukan rahasia lagi kalau kadar kolesterol yang terlampau tinggi bisa menyebabkan berbagai masalah bagi tubuh seperti meningkatkan risiko berbagai penyakit kardiovaskular.

Pada beberapa kasus, kolesterol tinggi bisa tidak menunjukkan gejala sama sekali, namun ada juga yang akan merasakan gejala seperti serangan jantung dan stroke.

Kamu tak perlu menunggu sampai gejala muncul baru memeriksakan kadar kolesterol dalam tubuh. Sebaiknya cek kolesterol ini dilakukan secara berkala dan sedini mungkin. Menurut American Heart Association, kadar kolesterol darah sebaiknya diperiksa setiap 5 tahun setelah seseorang berusia 20 tahun.

Namun, mereka yang kadar kolesterol dalam tubuh melebihi 200 mg/dL, maka cek kolesterol sebaiknya dilakukan setiap 3 bulan sampai kadarnya normal kembali. Nah, sehabis hari Lebaran juga menjadi waktu tepat untuk memeriksakan kadar kolesterol akibat asupan makanan daging dan bersantan yang kerap sulit dikendalikan.

Baca Juga  Cara Mencegah ISPA pada Anak saat Polusi Udara Tinggi

Cek Asam Urat

Asam urat adalah senyawa alami yang diproduksi tubuh dan terbentuk dari penguraian zat purin dari makanan atau minuman. Sebenarnya tidak masalah selama kadar asam urat masih berada di batas normal, namun mengingat saat Lebaran banyak makanan pemicu asam urat, maka sebaiknya pemeriksaan perlu dilakukan agar tidak menyebabkan gejala yang bisa mengganggu. Cek asam urat bisa dilakukan dengan dua cara, yakni tes asam urat dalam darah dan tes asam urat dalam urine.

Tes darah dilakukan dengan mengambil sampel darah untuk kemudian diperiksa di laboratorium. Sampel darah yang diambil nantinya menunjukkan angka yang merupakan kandungan atau kadar asam urat seseorang. Sementara pemeriksaan urine dilakukan dengan mengambil sampel urine.

Baca Juga  Mau Menurunkan Kolestrol dengan Enak? Yuk Makan 10 Buah Ini

Melalui tes ini, akan diketahui bagaimana fungsi ginjal dalam membuang asam urat. Jika ginjal tidak dapat membuang asam urat dari darah secara normal, risiko pembentukan kristal atau batu ginjal menjadi lebih besar. Maka dari itu, tes urine dilakukan untuk mengetahui ada atau tidak batu ginjal akibat asam urat tinggi.(Dilansir dari Hellosehat.com)