Ketiga, mulailah mandi dengan mengguyur kepala sampai tiga kali dibarengi dengan niat. Berikut niat mandi Jumat:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِحُضُوْرِ صَلاَةِ الْجُمْعَةِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

“Nawaitul Ghusla Lihudhuuri Sholaatil Jum’ati Sunnatan Lillaahi Ta’aalaa”.

Artinya: Saya niat mandi untuk menghadiri salat Jumat sunnah karena Allah Ta’ala).

Selanjutnya, guyur badan bagian kanan sebanyak tiga kali, kemudian bagian badan sebelah kiri hingga tiga kali., lalu siramkan air ke seluruh tubuh. Jangan lupa menggosok-gosok tubuh bagian depan maupun belakang sebanyak tiga kali; juga menyela-nyela rambut dan jenggot (bila punya). Pastikan air mengalir ke lipatan-lipatan kulit dan pangkal rambut.

Adapun mengenai kapan pelaksanaan mandi Jumat yang utama sebagaimana pendapat Syekh M Nawawi adalah dari terbit fajar shadiq atau masuknya waktu subuh sampai khatib naik mimbar. Akan tetapi, waktu yang paling baik adalah Ketika kita hendak pergi berangkat ke masjid untuk shalat Jumat.

Baca Juga  Mengenal Takbir Mursal dan Muqayyad, 2 Jenis Takbir di Hari Raya Lebaran

Contohnya, Ketika sudah merencanakan hendak pergi shalat Jumat pada jam 11.30, maka seketika itu pula kita disunnahkan untuk mandi Jumat, membersihkan diri dan memakai wangi-wangian.

(Dilansir dari Jabar.nu.or.id)