Di level internasional, sejumlah negara telah menerapkan langkah-langkah ini, yang sejalan dengan tujuan dari Sustainable Development Goals (SDGs). SDGs merupakan kelanjutan dari Millennium Development Goals (MDGs), yang mengusung agenda pembangunan berkelanjutan dengan 17 tujuan, yang terbagi menjadi 169 target.

Indonesia, yang dikenal karena letak geografisnya yang strategis dan bonus demografinya, juga berusaha mengatasi kerusakan lingkungan. Dengan fokus pada penyelesaian masalah pemanasan global melalui pembangunan ekonomi berkelanjutan, Indonesia turut mengupayakan tercapainya tujuan SDGs, salah satunya pada poin ke-13 yang berkaitan dengan penanganan perubahan iklim.

Urgensi pembangunan berkelanjutan atas perubahan iklim Keseimbangan pembangunan dengan lingkungan hidup harus menjadi pertimbangan oleh pemerintah agar generasi yang akan datang tidak menuai dampak yang ditimbulkan pembangunan dimasa sekarang.

Sebagaimana diketahui bahwa salah satu implementasi dari konsep pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan yang memperhatikan aspek lingkungan. Beberapa faktor yang mendukung pelaksanaan pembangunan berkelanjutan termasuk ketersediaan sumber daya alam, sumber daya manusia yang berkualitas, stabilitas hukum, partisipasi masyarakat, dan kesadaran akan pentingnya lingkungan.

Baca Juga  Analisis Hukum terhadap Perceraian akibat Pernikahan di Bawah Umur

Namun, beberapa faktor seperti fenomena alam, ketidakpastian cuaca, tingkat curah hujan, dan kurangnya pemahaman tentang pembangunan berkelanjutan masih menjadi hambatan dalam implementasinya. Inilah yang menjadi tantangan Indonesia dalam menghadapi segala ketidakmungkinan di masa depan.

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menjelaskan bahwa esensi dari pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan yang meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat, menjamin keberlanjutan kehidupan sosial, melestarikan kualitas lingkungan, memastikan keadilan, dan menerapkan tata kelola yang dapat menjaga kualitas hidup.

Dalam konteks perubahan iklim, pembangunan berkelanjutan menjadi semakin penting karena tantangan perubahan iklim membutuhkan respons yang holistik dan terpadu dari semua sektor masyarakat. Ini mencakup langkah-langkah mitigasi untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, adaptasi untuk mengurangi kerentanan terhadap dampak perubahan iklim, dan promosi pola konsumsi dan produksi yang lebih berkelanjutan.

Baca Juga  Problematik Gugatan Class Action terhadap Efektifitas Penerapan dengan Prosedur Hukum Acara Perdata

Lantas, Bagaimana upaya ke depan yang harus dilakukan? Pembangunan berkelanjutan mencakup aspek keadilan, kesetaraan, dan partisipasi. Ini berarti memastikan bahwa manfaat pembangunan didistribusikan secara adil di antara semua lapisan masyarakat, termasuk yang paling rentan, dan memperkuat partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan.

Pemerintah Indonesia, sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas amanah publik, telah merumuskan program pembangunan berkelanjutan dalam Kebijakan RPJMN 2020-2024 yang terkait dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) yang berkaitan dengan penanganan perubahan iklim. Dua program utama yang disusun adalah Peningkatan Ketahanan Bencana dan Iklim serta Pembangunan Rendah Karbon.

Keberhasilan pelaksanaan program-program tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga merupakan kewajiban seluruh pihak yang terlibat. Semua sektor masyarakat, termasuk sektor swasta, lembaga akademis, dan masyarakat sipil, diharapkan untuk aktif berperan dalam mengatasi tantangan perubahan iklim ini.

Baca Juga  Pojok Baca di Alun-alun Kota Berperan Penting Wujudkan Indonesia Cerdas

Kolaborasi lintas sektor yang kuat dan partisipasi aktif dari semua pihak akan menjadi kunci dalam mencapai keberhasilan pembangunan berkelanjutan. Dengan komitmen yang teguh, kerja keras, dan kerja sama lintas sektor, Indonesia mampu meminimalkan dampak atas perubahan iklim yang tidak menentu di kemudian hari.

Penerapan strategi adaptasi yang didukung oleh pembangunan berkelanjutan yang kokoh bertujuan untuk mengurangi kerentanan terhadap meningkatnya frekuensi bencana alam dan dampak yang semakin merata dari perubahan iklim. Langkah ini diharapkan dapat membantu menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan bagi generasi mendatang di Indonesia.

Nuryana, Mahasiswi Administrasi Publik Angkatan 2021, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sriwijaya.