Idap Kanker Payudara Stadium 4, Ibu 2 Anak asal Mentok Ini Butuh Uluran Tangan
“Setelah tiga minggu kami balik karena hasil lab belum ke luar juga karena alat rusak. Sempat beberapa kali kami ke rumah sakit provinsi untuk biopsi ambil sampel. Bahkan sudah lebih dari tiga kali, selanjutnya ambil sampel lagi dan dikirim ke Jogja,” kenang Projo.
“Setelah itu baru ke luar hasilnya itu PA atau Patologi Anatomi, diagnosanya saat itu kanker payudara stadium 3. Itu memang agak lambat ke luar hasilnya. Termasuk hasil IHK yang saat itu kami disuruh ke rumah sakit lagi, biopsi untuk cek kondisinya,” katanya.
Hasil pemeriksaan Imunohistokimia (IHK), kanker payudara yang diderita Ratih sudah stadium 4. Dan sudah menyebar ke paru-paru dan kista. Sejak saat itu, kondisi istri Projo kian memburuk. Tubuhnya kian kurus dan lemah, alami kesulitan saat bernafas.
“Sekitar dua minggu yang lalu hasilnya ke luar dan sudah stadium 4, menyebar di paru-paru dan kista. Kalau badan istri menyusut sudah agak lama, cuma pakai tabung oksigen sudah sekitar dua minggu kemarin saat dibawa ke rumah sakit provinsi,” katanya.
“Karena saat itu dia sesak nafas, jadi di rumah sakit diarahkan memakai oksigen sampai hari ini. Kalau operasi belum, cuma memang waktu di rumah sakit terakhir sempat dilakukan kemo. Rencananya minggu ini berangkat lagi untuk kemo,” terang Projo.
Saat ini Projo hanya merawat istrinya di rumahnya. Ia tidak bisa meninggalkan istrinya yang sering mengalami sakit saat bergerak. Kadang tidak tidur pada malam hari karena bagian belakang sering sakit. Sehingga harus dielus perlahan untuk mengurangi rasa sakit.
“Kalau gerak atur posisi saja itu sesak. Kanker itu di payudara kiri, jadi dia tidur harus ditahan pakai tangannya miring ke kiri. Kita juga selalu siapkan tabung oksigen, agar dia bisa nafas. Selama ini, biaya perjalanan ke rumah sakit dan obat itu dari pribadi,” ungkapnya.
“Kalau berobat dari BPJS. Tapi biaya itu yang pribadi tadi dari bantuan warga sini dan sanak saudara. Jadi bisa untuk perjalanan, obat, beli tabung oksigen yang besar itu kalau isi 130 ribu. Itu tabung yang sedang juga beli bantuan dari warga sama dan regulator,” ujarnya.
Maka dari itu, ia mengucapkan banyak terima kasih atas kepedulian warga di lingkungannya. Yang telah bersedia membantu secara suka rela bahka membuat acara kuda lumping dengan menggandeng komunitas. Kemudian hasil acara disumbangkan kepadanya.
“Saya juga mengucapkan terima kasih kemarin dari Baznas juga ada bantu 1,2 juta. Bisa untuk beli tabung oksigen dan biaya-biaya perjalanan kemarin,” katanya.
Uluran dari tangan para dermawan ini jelas diharapkan Ratih Prihatni. Maka dari itu, bagi yang mau membantu bisa langsung menghubungi suaminya atas nama Suprojo di nomor telepon 083874318413. (**)
