Kita tentu bisa membedakan mana masjid yang makmur mana yang tidak mampur dari beberapa indikator berikut:

Pertama, dari segi jumlah jemaah salat 5 waktunya. Kriteria ini adalah kriteria terpenting, karena secara fungsional masjid memanglah tempat untuk umat muslim beribadah. Semakin banyak jemaah yang salat dimasjid tersebut maka semakin sukses pula pengelolaan masjid tersebut. Demikian pula sebaliknya.

Kedua, dari seberapa luas masyarakat menjadikan masjid sebagai sarana beraktivitas dan merasa kebermanfaatannya, ini tentu adalah problem dari sebagian masjid di nusantara, para jemaah belum memaksimalkan fungsi masjid sebagai sarana untuk melakukan hal-hal selain salat 5 waktu.

Agar masjid bisa difungsikan lebih dari sekadar tempat sujud maka memerlukan takmir yang kreatif. Misalnya memanfaatkan halaman masjid untuk kegiatan perlombaan islami, pentas seni islami, bazar buku atau yang lainnya.

Ketiga, dari segi sebarapa jauh masjid dapat membentuk dan membimbing masyarakatnya. Artinya masjid bisa dijadikan tempat pendidikan dan pelatihan bagi jemaahnya. Ada banyak yang dapat dilakukan pengurus masjid untuk mencapai indikator ini, misalnya dengan menggelar pengajian rutin, majlis taklim, taman pendidikan Al-Qur’an, atau yang lainnya.

Baca Juga  UMKM: Penjaga Stabilitas Ekonomi Bangka Belitung

Masjid yang makmur mirip maknanya dengan masjid yang berkah. Artinya, ketika masjid difungsikan dengan sebenar-sebenarnya atau dikelola dengan manajemen yang hebat maka lambat laun pasti akan memunculkan keberkahan-keberkahan dari Allah SWT. Baik keberkahan yang tampak maupun tidak tampak. Seperti misalnya finansial jemaahnya semakin baik, kondisi fisik jemaahnya segar bugar, anak-anaknya sukses di berbagai bidang kehidupan, dan kondisi bathin para jemaah bertambah tenang atau lain sebagainya.

Penyebab Masjid Kurang Makmur

Memakmurkan masjid tidak saja bermakna mendirikan, menghiasi, melengkapi fasilitasnya dengan furnitur yang mentereng. Lebih dari itu memakmurkan masjid bermakna masjid itu dikelola dengan pengelolaan yang profesional agar cita-cita pendirian masjid itu dapat tercapai dengan baik dan sesuai harapan.

Semua orang tentu ini masjid menjadi ramai seperti konsep band, pertandingan sepak bola, karnaval 17 Agustusan, car free day, pasar murah, bazar makanan, dan lain sebagainya. Tapi semua ini tentu tak mudah. Karena butuh banyak hal yang harus dilakukan secara bersama-sama

Baca Juga  6 Lebaran ala Melayu Bangka

Setidaknya ada beberapa alasan kenapa banyak masjid yang tidak makmur, Pertama, persoalan kualitas SDM pengelola masjid itu tersendiri. Hari ini banyak pengelola masjid hanya dipilih karena senioritas, frekuensi datang ke masjid, tempat tinggal yang berdekatan dengan masjid, dan pandai berbicara di depan publik.

Idealnya tidak demikian, SDM yang mengelola masjid harus dipilih dari orang-orang yang memiliki kelebihan dan kemampuan terutama di dalam ilmu agama termasuk juga ilmu manajemen kemasjidan, pandai membangun relasi dan komunikasi ke berbagai pihak, berakhlak mulia, moderat dalam berfikir dan bertindak, dan bersedia membantu dan bekerja sama dalam memajukan dan memakmurkan masjid.

Kedua, masih kurang sistemiknya peraturan yang dibuat pemerintah sehingga tidak benar-benar menyentuh akar persoalan, untuk menyikapi hal ini maka perlu adanya peraturan yang lebih komprehensif yang mengatur tentang masjid baik itu berbentuk undang-undang atau peraturan pemerintah, atau paling tidak peraturan setingkat dibawahnya. Dengan demikian  gaung kebersamaan antara ulama, umara, kaum muslimin dalam meningkatkan dan memakmurkan masjid lebih terasa.

Baca Juga  Legitimasi Publik, Tidak Perlu Direkayasa

Ketiga, kesadaran para jemaah yang masih kurang terhadap pentingnya memakmurkan masjid sebagai rumah ibadah utama. Hal ini disebabkan kurangnya pendidikan, bimbingan, dakwah kepada mereka. Maka sudah menjadi tugas kita bersama untuk mengingatkan satu sama lain agar persatuan dan kesatuan antar umat islam dapat menjadi lebih. Semakin erat persatuan dan kesatuan antar umat Islam maka kejayaan umat akan terasa lebih dekat untuk dicapai.

Akhirnya semua yang kita lakukan untuk kemakmuran masjid maka akan kembali kepada siapa yang berjuang. Allah SWT tak akan pernah menyia-nyiakan pahala kebaikan seorang hambanya, walaupun seberat biji zarrah. Karenanya persoalan memakmurkan masjid termasuk perkara yang tak mudah.Hanya orang-orang yang memiliki iman yang baik dan sempurna yang Allah panggil untuk memakmurkan rumah-Nya. Wallahu a’lam.

Nasruddin, S.Sos., Penyuluh Agama Islam Fungsional Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan.