Pentingnya Membangun Kesadaran Intelektual dan Peran Kemahasiswaan
Sama halnya dengan pengusaha, ia tidak akan sukses jika tidak gigih mempelajari dan mencoba berbagai risiko yang dihadapi dalam meniti dunia usaha.
Maka upaya membangun kesadaran intelektual ini dapat dilakukan melalui beberapa hal menurut saya, pertama tingkatkan pengetahuan dan keterampilan dengan belajar secara akademik serta dilakukan juga upaya di luar konteks akademik sebagai wadah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tersebut.
Sedikit pengalaman yang saya rasakan bahwa didunia perkuliahan hanyalah terbatas pengetahuan dan keterampilan yang kita dapatkan. Maka sangat penting untuk meningkatkan pemahaman di luar dunia perkuliahan. Salah satunya adalah berorganisasi.
Banyak hari ini organisasi diluar kampus yang juga berorientasi pada kualitas anggota (kader). Salah satunya yang di mana saya ditempa saat ini sebagai seorang kader yang dalam proses meningkatkan kualitas adalah di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Sebuah organisasi yang bergerak di bidang perkaderan dengan berlandaskan pada nilai-nilai keislaman, keindonesiaan dan kemodernan.
Selain HMI, terdiri juga beberapa organisasi tergabung dalam Cipayung yang mampu membangun kualitas pengetahuan dan keterampilan mahasiswa. Bahkan organisasi eksternal sejauh yang saya rasakan lebih mumpuni secara relasi dan ilmu pengetahuan.
Sehingga sangat penting bagi seorang mahasiswa untuk berada pada koridor keorganisasian sebagai upaya menghadapi tantangan di masa depan. Terlebih Indonesia yang akan menghadapi bonus demografi dengan cita-cita Indonesia emas 2045.
Barangkali ini akan tercapai ketika pemuda khususnya mahasiswa sudah dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi tantangan tersebut. Namun di balik pengetahuan yang didapatkan peran mahasiswa bukan hanya sekadar itu, memahami berbagai isu lokal, nasional dan internasional menjadi fungsi kontrol mahasiswa sebagai agen perubahan.
Kecerdasan berpikir seorang pemuda haruslah dibarengi dengan implementasi positif dalam memberikan langkah solutif terhadap isu sosial, politik, ekonomi dan sebagainya. Salah satu pentingnya ilmu pengetahuan adalah sebagai pondasi dalam berpikir dan bertindak. Mahasiswa sebagai stok pemimpin dimasa depan akan ada masanya memimpin daerah bahkan negara ini.
Pengetahuan sebagai pondasi dalam bertindak ialah untuk membatasi sejauh mana kebebasan seorang individu dalam melakukan tindakan. Karena pada hakikatnya kebebasan individu dibatasi dengan kebebasan individu lainnya. Realita hari ini pemangku kebijakan dan kekuasan banyak yang bertindak secara merdeka dan bebas namun merampas kemerdekaan orang lain. Tanpa tutup mata lagi salah satunya ialah tambang timah di Batu Beriga. Perbuatan-perbuatan yang dilakukan dengan kebebasan namun merampas kebebasan masyarakat setempat.
Pentingnya ilmu pengetahuan dan pemahaman yang luas itu saya maksudkan dapat menjadi fungsi kontrol kita dalam setiap melakukan tindakan sehingga tidak mendzolimi dan merampas hak orang lain. Karena banyak yang terjadi para pemangku kebijakan dan kekuasan melakukan berbagai cara/tindakan hanya untuk mencapai kepentingannya sendiri atau golongannya (machiavelis).
Maka daripada itu ilmu pengetahuan yang luas serta kesadaran dalam mengimplementasikannya adalah upaya yang dapat memberikan kemerdekaan pada seorang individu untuk bertindak namun tidak merampas kemerdekaan individu lainnya.
Marwan, Mahasiswa Hukum UBB, Kader HMI UBB
