Oleh karena itu penting bagi seorang guru untuk bersahabat dengan buku, agar kemudian bisa menjadi teladan sebelum kita meminta siswa-siswi kita untuk berliterasi.

Lalu apa manfaat bersahabat dengan buku bagi guru?

1. Menguatkan Keterampilan Menulis

Tidak ada seorang penulis yang tidak membaca, semua orang yang menulis termasuk saya harus membaca untuk dapat menulis, karena dengan membaca akan membangun perspektif kita tentang berbagai hal yang kemudian memberi asupan bagi kita untuk menuangkan ide dan gagasan tersebut dalam bentuk tulis.

2. Melatih Berpikir Kritis

Guru yang membaca sudah pasti akan kritis, karena dengan membaca guru mendapatkan berbagi sudut pandang terkait berbagai hal, bahkan dengan membaca, saya mendapatkan ide baru dalam pengembangan kegiatan pembelajaran di kelas atau program di sekolah. Hal itu terjadi karena dengan membaca mampu meningkatkan pemikiran kritis saya untuk mencari solusi atas suatu masalah yang sedang terjadi.

Baca Juga  Fenomena Penjualan Batik di TikTok: Strategi Digital dalam Menghidupkan Budaya Lokal

3. Meningkatkan Wawasan dan Pengetahuan Baru

Guru yang membaca sudah dipastikan wawasan dan pengetahuannya akan meningkat, yang kemudian berimplikasi pada cara guru melakukan sesuatu.

Ketika saya mengalami kebuntuan tentang bagaimana menyelesaikan masalah di kelas seperti meningkatkan keaktifan siswa maka salah satu jalan yang saya tempuh adalah membaca buku seperti model pembelajaran interaktif, gurunya manusia atau sekolahnya manusia sehingga saya mendapat solusi dalam menghadapi masalah tersebut.

4. Menjadi Teladan Kegiatan Literasi di Sekolah

Guru yang membaca akan bisa menjadi teladan bagi siswanya dalam kegiatan literasi di sekolah, bahkan ketika masih mengajar di SMA Muhammadiyah dulu, salah satu cara untuk meningkatkan partisipasi guru dalam berliterasi adalah dengan “arisan kata”, di mana setiap bulan akan ada satu kata yang didapat guru dan kemudian dituliskan baik di mading sekolah, majalah atau koran lokal dan jika tidak maka guru harus menyumbang satu buku ke perpustakaan sekolah.

Baca Juga  Pengembangan Daerah Hinterland di Kepulauan Bangka Belitung

5. Mengembangkan Level Kognitif Guru

Guru yang membaca sudah pasti selalu update dengan berbagai informasi atau dalam kata lain dengan membaca mampu menjaga level kognitif (pengetahuan) guru untuk terus merambah hal-hal baru sehingga mampu memberi kesegaran berpikir bagi guru. Oleh karena itu saya selalu mencoba untuk menulis setiap hari yang berarti juga membaca setiap hari agar level kognitif ini tidak terhenti namun terus berkembang.

6. Meningkatkan Kemampuan Mengorganisasi dan Komunikasi

Salah satu dampak membaca yang saya rasakan adalah mampu untuk mengorganisasi suatu hal dengan cepat dan tepat karena memiliki berbagai perspektif untuk melakukannya atau juga menjadikan saya mudah untuk berkomunikasi dengan berbagai orang.

Baca Juga  Bundaran Satam

Guru yang memiliki daya baca akan mendekatkan guru pada kemerdekaan berpikir sehingga mampu mengorganisir segala sesuatu secara kreatif dan mampu memecahkan masalah yang ada secara urut dan runtut.

Oleh karena itu, penting rasanya seorang guru harus bersahabat dengan buku untuk mewujudkan hal-hal terebut.

Salam buku, salam guru literat, salam bersahabat dengan buku

Bangka Selatan, 12 November 2024

Penulis merupakan tenaga pengajar di SMPN 2 Tukak Sadai, Bangka Selatan.