Kerangka Berpikir Kolektif terhadap Provinsi Bangka Belitung sebagai Daerah Kepulauan
Infrastruktur yang tidak sesuai di daerah yang berbeda secara geografis seperti strategi yang lebih cocok untuk daerah daratan tidak selalu efektif untuk kepulauan. Misalnya, alih-alih membangun jembatan penghubung antar provinsi yang (berbiaya sangat besar), seharusnya fokus pada infrastruktur maritim seperti pelabuhan terintegrasi dan transportasi laut yang efisien, terkait hal tersebut di atas telah diulas pada tulisan sebelumnya “Menimbang Potensi Wilayah Kepulauan Strategis Bangka Belitung Untuk Pengembangan Pelabuhan Internasional Ekspor Impor dan Pergudangan Nasional“, opini Timelines.id edisi: 10/11/2024)
Kesenjangan akses layanan, sebagai salah satu hambatan di daerah kepulauan dalam peningkatan ekonomi kepulauan, kelautan, maritim, sehingga memerlukan distribusi layanan dasar yang lebih merata seperti kesehatan dan pendidikan. Fokus yang terlalu besar pada daratan bisa membuat pulau-pulau kecil merasakan keterbatasan akses terhadap layanan ini.
Kelestarian lingkungan, Kepulauan (strategis) Bangka Belitung memiliki ekosistem yang lebih rentan. Contoh pertambangan ilegal, pembukaan lahan untuk perkebunan, untuk tambang dengan merusak hutan lindung, dan pembangunan darat besar-besaran tanpa memperhatikan konservasi bisa merusak ekosistem alam, darat sungai, laut dan pesisir, yang sangat terbatas dan rapuh.
Ekonomi wilayah yang (abai), berkonsentrasi ketergantungan pada industri besar seperti (pertambangan) dan masif sering mengabaikan kekuatan potensi ekonomi kepulauan, kelautan, maritim lainnya yang sebenarnya luar biasa potensi ekonominya seperti pelabuhan terintegrasi, perikanan, pariwisata bahari, perkebunan atau pertanian khas Kepulauan Bangka Belitung seperti (lada putih, padi huma) dan kerajinan tradisional yang sebenarnya lebih berkelanjutan dan memberdayakan komunitas lokal.
Contoh fokus aktivitas ekonomi yang dapat dikembangkan di daerah kepulauan (Strategis) Bangka Belitung yaitu:
Fokus pada proyek pembangunan kepulauan, kelautan, kemaritiman berkelanjutan, seperti pelabuhan terintegrasi, perikanan, kerajinan lokal, pengembangan budaya lokal, pariwisata bahari, dan konservasi laut. Seperti sektor (ekonomi biru) yang meliputi berbagai sektor penting, termasuk perikanan, energi terbarukan, pariwisata, transportasi air, pengelolaan limbah, dan mitigasi perubahan iklim, sektor ekonomi ini memiliki potensi penting sebagai sumber pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di daerah kepulauan.
Dalam pelaksanaannya setiap pengembangan aktivitas ekonomi ini harus selalu mempertimbangkan aspek keberlanjutan dan pelestarian lingkungan daerah kepulauan untuk menjaga ekosistem laut dan kesejahteraan masyarakat lokal.
Fokus aktivitas pembangunan yang dapat dikembangkan di daerah kepulauan (Strategis) Bangka Belitung di antaranya:
Pembangunan dengan adaptasi mitigasi risiko, banyak pulau yang rentan terhadap perubahan iklim dan bencana alam seperti pengangkatan air laut dan badai. Oleh sebab itu, strategi pembangunan perlu berfokus pada penguatan dan adaptasi lingkungan setempat.
Pembangunan infrastruktur tepat guna, implementasi teknologi yang sesuai dan efektif, seperti energi terbarukan atau transportasi air yang terjangkau. Infrastruktur yang tepat guna untuk daerah kepulauan harus mempertimbangkan tantangan geografis dan kebutuhan spesifik lokalnya.
Membangun konektivitas antar pulau dalam wilayah sendiri seperti transportasi air, jalan, jembatan penghubung yang layak di setiap pulau agar memudahkan mobilitas seperti kegiatan hubungan sosial kemasyarakatan, dan ekonomi.
Membangun sistem perlindungan lingkungan kepulauan terintegrasi, yaitu mengutamakan program konservasi yang melibatkan masyarakat lokal untuk melindungi ekosistem sensitif.
Membangun penguatan kapasitas lokal terintegrasi di provinsi kepulauan Bangka Belitung, penguatan pelatihan dan pendidikan yang disesuaikan dengan kondisi kepulauan untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang tepat, seperti penguatan vokasi sekolah menengah kejuruan (SMK) Maritim, sekolah menengah kejuruan (SMK) Pertanian atau Perkebunan berbasis kepulauan, Politeknik Maritim, Politeknik pertambangan khusus timah berkelanjutan termasuk jurusan khusus atau program studi lainnya di Perguruan tinggi yang ada di provinsi kepulauan Bangka Belitung untuk berpartisipasi aktif mendukung kepada program daerah kepulauan.
Pengembangan pembangunan dan peningkatan ekonomi berbasis kepulauan, kelautan, maritim di provinsi kepulauan Bangka Belitung membutuhkan pendekatan secara terukur, yaitu dengan pendekatan yang (holistik) terhadap karakteristik kepulauan sehingga pembangunan daerah, dan pengembangan ekonomi dapat berkembang lebih efektif, bermanfaat, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat kepulauan.
Membangun dan memperkuat kerangka berpikir tentang (identitas) provinsi Bangka Belitung sebagai daerah kepulauan, daerah ini dapat membangun sinergi antara pulau-pulau yang ada. Hal ini memerlukan pengembangan infrastruktur yang baik untuk menghubungkan pulau-pulau, termasuk transportasi laut yang efektif dan efisien. Dengan begitu, distribusi barang dan mobilitas orang dapat berjalan lancar, mendorong pembangunan ekonomi daerah secara keseluruhan.
Membangun kerja sama (kolaborasi) dengan para pihak terkait untuk pembangunan, dan peningkatan ekonomi di Provinsi Bangka Belitung sebagai daerah kepulauan harus memiliki kesepahaman yang utuh sebagai daerah kepulauan, kerjasama dalam pembangunan dan pengembangan ekonomi bisnisnya berbasis Kepulauan, kelautan, maritim antara pemerintah, masyarakat, pengusaha dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Kesadaran kolektif masyarakat dan pemerintah daerah ini sangat penting terhadap wilayah provinsi kepulauan Bangka Belitung sebagai daerah kepulauan, kelautan, maritim, karena akan membuat kita semua berani melihat bahwa fokus arah pembangunan daerah kepulauan dan peningkatan ekonominya menjadi jelas, berbasis pemanfaatan potensi kepulauan, kelautan, maritim secara tepat, dan menjadi salah satu kunci kuat bagi kemakmuran masyarakat.
Dengan kerangka berpikir dimaksud pada tulisan ini, adalah kerangka berpikir bersama (kolektif) dan membangun (spirit) kerja sama bersama sesuai dengan bidang masing-masing terhadap Provinsi Bangka Belitung sebagai daerah kepulauan sehingga dapat terus berkolaborasi, berinovasi, dalam meningkatkan pembangunan dan perekonomian kepulauan, kelautan, maritim untuk membangun masa depan daerah ini dengan berkelanjutan, sejahtera, selaras dengan, lingkungan dan kekayaan alam kepulauan yang dimilikinya.
Heri Suheri merupakan penulis tetap Timelines.id
