Selain akan menjadi daya ungkit budaya literasi di Basel, perda ini pun diharapkan akan menjamin pengembangan gerakan literasi di daerah. Berkaca pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2023, Bangka Selatan hanya mencapai angka 69,67 persen.

Negeri junjung besaoh ini berada di posisi buncit atau urutan ke-7 dengan status IPM sedang. Sementara 6 kabupaten/kota lainnya di posisi IPM tinggi dan sangat tinggi. (Data BPS Basel tahun 2023).

Sudah waktunya, para pemimpin negeri sedikit peduli dengan gerakan literasi di daerahnya. Perda Literasi akan menjadi bukti peduli atau tidaknya mereka.

Penulis ingat, dalam tiga tahun terakhir, pegiat literasi di Basel terus berkontribusi dalam kelas literasi pengabdian. Kelas pengabdian dalam rangka meningkatkan budaya baca dan tulis serta mencari generasi penerus.

Baca Juga  Ujian Nasional Jangan asal Bangkit, Perhatikan Hal Ini!

Kini, Gol A Gong dalam tulisannya pun mengakui gerakan literasi di Basel terus berkembang. Jika dulu hanya ada nama penulis Rusmin Sopian, kini para penulis terus bermunculan.

“Rusmin lagi, Rusmin lagi,” kata pria yang digelar Datuk Sejuta Penah menirukan ucapan Gong. “Bangga dengan gerakan literasi di Basel saat ini yang sudah melahirkan para penulis-penulis hebat,” kata Rusmin di setiap diskusi di warung kopi.

Penulis pun merasakan atmosfer gerakan literasi di Basel yang dulunya sempat redup, kini mulai kembali merangkak bahkan berupaya berlari. Mumpung semangat sedang berkobar, kita gedor Bangka Selatan memiliki Perda Literasi.

Yukk semangat berliterasi, Jangan terbersit kata, “Berbudaya literasi, Ah… bodo amat.”

Baca Juga  Estafet Kepemimpinan

Penulis adalah wartawan Timelines.id.