Oleh: Miftah Alzaky

Bangka Belitung, sebuah provinsi di pesisir Timur Sumatra, tidak hanya dikenal karena keindahan pantainya yang memukau, tetapi juga karena kekayaan kulinernya yang unik dan otentik. Salah satu warisan kuliner yang mencerminkan kearifan lokal masyarakatnya adalah rusip, sebuah fermentasi ikan tradisional yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya makan masyarakat setempat.

Dengan rasa asam, gurih, dan sedikit manis yang khas, rusip bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga simbol keakraban dan kehangatan dalam setiap sajian. Proses pembuatannya yang melibatkan teknik fermentasi tradisional membuat rusip tak hanya kaya rasa, tetapi juga memiliki nilai sejarah dan kultural yang mendalam. Apa yang membuat rusip begitu istimewa, dan bagaimana makanan ini menjadi ikon kuliner Bangka Belitung? Mari kita telusuri lebih jauh.

Baca Juga  Jokowi Ingatkan Golkar Agar Cermat Memilih Capres dan Cawapres 2024

Rusip juga salah satu makanan khas dari Bangka Belitung yang berbahan dasar ikan, terutama ikan teri, yang difermentasi. Makanan ini memiliki rasa yang khas dan unik, berkat proses fermentasi yang memberikan aroma dan cita rasa asam, serta sedikit rasa asin dan gurih. Rusip biasanya disajikan sebagai pelengkap hidangan, terutama sebagai sambal atau lauk pendamping nasi.

Sejarah dan Asal Usul Rusip

Rusip telah menjadi bagian dari budaya kuliner masyarakat Bangka Belitung sejak lama. Makanan ini berkembang dari tradisi masyarakat pesisir yang memanfaatkan hasil laut sebagai sumber pangan utama. Pada awalnya, rusip dibuat untuk mengawetkan ikan agar tahan lama, mengingat teknik pendinginan atau pengawetan modern belum tersedia di masa lalu. Proses fermentasi pun dipilih karena dapat membuat ikan bertahan lebih lama sekaligus menambah kelezatan hidangan.

Baca Juga  Rimbak, Lebak, Rebak, Kubak, Bebak, Kelekak (Selesai)

Proses Pembuatan Rusip

Pembuatan rusip melibatkan fermentasi ikan teri atau jenis ikan kecil lainnya. Berikut langkah-langkah umum dalam membuat rusip:

1. Pemilihan Ikan: Ikan segar, seperti ikan teri atau bilis, dicuci bersih untuk menghilangkan kotoran.

2. Pemberian Garam dan Gula: Ikan yang telah dibersihkan dicampur dengan garam dan gula. Garam berfungsi untuk mengawetkan, sedangkan gula membantu proses fermentasi.

3. Fermentasi: Ikan yang telah dibumbui disimpan dalam wadah tertutup dan didiamkan selama beberapa hari hingga beberapa minggu, tergantung selera dan suhu lingkungan. Proses ini akan menghasilkan cairan dengan rasa khas asam dan sedikit manis.

4. Penyajian: Setelah difermentasi, rusip bisa langsung disajikan atau dijadikan bumbu pelengkap dengan bahan lain, seperti bawang merah, cabai, dan jeruk nipis, untuk menambah cita rasa.

Baca Juga  Trik PT Timah Tbk Menjaga Kelestarian Kampung Adat Gebong Memarong di Bangka