Oleh: Dr. Darus Altin

Pangkalpinang sebagai kota kecil yang berukuran 118,4 Km2 dan telah ada sejak tahun 1757 tentunya memiliki ciri dan karakteristik tersendiri. Sebagai kota yang berumur 257 tahun tentunya ada aspek-aspek sejarah dan budaya kuat yang menjadi karakternya. Sejak dulunya menjadi pusat perdagangan barang dan jasa dan menjadi identitas dan wajah terdepan dari Bangka Belitung.

Pangkalpinang sebagai pusat perdagangan barang dan jasa di Bangka Belitung tentunya memerlukan alternatif-alternatif ekonomi di luar sektor pertambangan. Salah satu alternatif ekonomi tersebut adalah pengembangan sektor pariwisata di sebuah ibukota provinsi.

Pariwisata memiliki keterkaitan kuat dan merupakan bagian tak terpisahkan dari pusat perdagangan barang dan jasa di Bangka Belitung. Spesifik pariwisata yang dimaksud salah satunya adalah wisata kuliner yang semakin marak. Maraknya kuliner ini menandakan geliat dan semangat UMKM yang tumbuh berkembang.

Baca Juga  Pilih Mana, Jadi Pemuda Terjajah atau Merdeka?

Tumbuhnya sektor kuliner menjadi sinyal pengembangan ekonomi baru. Hanya saja yang masih disayangkan penguatan identitas kawasan kuliner perkotaan perlu dikuatkan karakter yang bernilai sejarah di dalamnya

Aspek sejarah yang diadopsi untuk berkaitan nama lokasi, suatu kawasan dan akan menambah karakter kuat kawasan tersebut. Termasuk dalam hal ini adalah kawasan kuliner yang ada di Pangkalpinang. Identitas sejarah suatu lokasi, tempat, jalan atau nama daerah juga sebaiknya mengadopsi unsur budaya di dalamnya.

Berdasarkan rilis Badan Informasi Geospasial (2019) telah dibahas tentang Toponimi yakni penamaan nama tempat berkaitan asal usul baik yang terkandung unsur sejarah dan budaya di dalamnya. Untuk itu, tidak akan salah jika memberikan nama kawasan kuliner tertentu di Pangkalpinang berkaitan unsur Toponimi di dalamnya.

Baca Juga  Cuaca Ekstrem dan Gelombang Air Laut Tinggi, Bangun Jaya Ingatkan Nelayan Berhati-hati Melaut

Toponimi ini bisa diterapkan pada daerah tertentu yang ada pelaku-pelaku kuliner di beberapa tempat pada sudut Kota Pangkalpinang. Misalnya, kawasan kuliner Lapangan Merdeka, Kawasan kuliner Pasar Mambo, kawasan kuliner Jalan Balai dan beberapa tempat lain yang ada usul nama daerah atau nama jalan tersebut.

Penamaan ini merupakan satu daya tarik tertentu bagi para wisatawan, khususnya bagi wisatawan yang berasal dari luar Babel. Identitas kawasan juga perlu disimbolkan dengan gerbang kawasan sebagai wajah depan identitas.