Mewujudkan Pangkalpinang sebagai Destinasi Wisata Kuliner di Indonesia Berbasis Toponimi dan Green City
Pembangunan gerbang kawasan tersebut bisa dilakukan sinerginya dengan BUMN dan swasta yang ada di Kota Pangkalpinang. Program ini tentunya menjadi keberlanjutan dari keberadaan perusahaan di Kota Pangkalpinang. Keberadaan gerbang kawasan kuliner ini menjadi aspek estetika kota yang disertai unsur Toponimi di dalamnya.
Selain aspek identitas dan cita rasa kuliner, juga perlu diwujudkan dari aspek kenyaman konsumen. Konsumen merasa nyaman untuk melakukan wisata kuliner karena nyaman dan sejuknya tempat kuliner. Sejuk dan nyaman tempat kuliner tersebut yang dimaksud salah satunya terlihat di hijau dan asrinya kawasan kuliner tersebut.
Untuk mencapai keasrian kawasan dan tempat kuliner tersebut diperlukan penataan tertentu. Salah satu penataan tersebut melalui unsur hijau atau penghijauan kota yang tertata. Hal tersebut menjadi pengembangan Pangkalpinang sebagai kota kecil yang hijau (Green City).
Aplikatif perwujudan untuk green city yang terukur menjadi salah satu pemicu kenyaman Kota Pangkalpinang sebagai wajah ibukota provinsi yang estetika dengan unsur hijau kotanya.
Salah satu unsur terukurnya dalam mewujudkan kuliner yang berbasis green city diperlukan regulasi daerah untuk mengaturnya. Salah satu poin penting dalam regulasi tersebut hendaknya berisi peran serta aktif pelaku usaha dalam gerakan green city di Kota Pangkalpinang.
Melalui pemanfaatan space tertentu halaman usaha kuliner melalui tanaman yang mengandung oksigen dapat meningkatkan kualitas udara yang bersih di Kota Pangkalpinang. Penanaman tersebut dapat dilakukan melalui pemanfaatan media pot dalam ukuran tertentu. Tentunya hal ini diperlukan kesadaran dan peran serta para pelaku usaha kuliner di Pangkalpinang.
Efek jangka panjang dari perwujudan destinasi wisata kuliner di Pangkalpinang berbasis sejarah dan green city akan memberikan value added bagi Pangkalpinang sebagai wajah ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Selain itu, efek ekonomi tentunya berdampak bagi peningkatan pendapatan para pelaku usaha. Estetika dan kesejukan kota juga menjadi pemicu bagi kenaikan pendapatan dan ekonomi masyarakat secara keseluruhan di Kota Pangkalpinang. Semoga!
Dr. Darus Altin, Dosen dan Peneliti Universitas Bangka Belitung
