Oleh: Azzahra Farras Suniyyah

Seperti yang kita ketahui bahwa era digital yang semakin berkembang pesat saat ini membuat dunia kerja mengalami perubahan yang signifikan. Perubahan tersebut dapat dirasakan dengan adanya transformasi industri teknologi seperti adanya kecerdasan buatan yakni AI yang telah mampu mengubah cara kita bekerja. Kemudian hal ini didukung dengan adanya pekerjaan yang sekarang dapat dilakukan oleh mesin ataupun robot.

Tentu hal ini dapat mempermudah kita dalam melakukan suatu pekerjaan dan meningkatkan produktivitas. Dengan adanya perubahan ini, teknologi dapat meminimalkan risiko kecelakaan fisik di tempat kerja. Seperti mengurangi risiko cedera akibat penggunaan alat berat. Akan tetapi hal tersebut juga membawa dampak negatif dalam keselamatan dan kesehatan kerja.

Baca Juga  Penyelesaian Sengketa Waris dalam Era Digital: Tantangan Pembuktian dan Validitas Dokumen Elektronik

Pekerja yang terlibat dalam pekerjaan di bidang teknologi dan informasi lebih rentan terhadap masalah kesehatan mental. Hal ini dikarenakan pekerja yang terhubung dengan pekerjaan mereka melalui berbagai perangkat digital dapat merasa tertekan untuk selalu siap sedia dan produktif, meskipun di luar jam kerja. Dengan adanya keadaan tersebut dapat menyebabkan pekerja mengalami kelelahan mental, stres, hingga burnout.

Beban pekerjaan yang tidak berkurang meskipun sudah memasuki jam malam atau akhir pekan, menjadi masalah yang serius dalam menjaga kesehatan mental pekerja. Selain itu, masalah kesehatan fisik seperti gangguan penglihatan akibat paparan layar komputer yang lama berupa paparan radiasi atau masalah postur tubuh karena duduk dalam waktu yang lama juga dapat menjadi perhatian utama dalam kesehatan pekerja.

Baca Juga  Memetik Makna di Balik Perjalanan Semalam: Refleksi Isra Mikraj di Era Digital.

Ancaman Baru yang Harus Diwaspadai

Selain masalah kesehatan fisik dan mental, ada pula tantangan terkait dengan keselamatan di dunia maya. Dalam era digital, data pribadi dan informasi sensitif para pekerja sering kali menjadi sasaran serangan siber. Perusahaan yang tidak memiliki sistem keamanan yang memadai dapat menghadapi risiko besar terkait dengan kebocoran data yang di mana hal ini dapat membahayakan pekerja maupun perusahaan itu sendiri. Dengan demikian, perlindungan terhadap data pribadi dan upaya untuk menciptakan sistem keamanan digital yang lebih baik adalah tantangan besar bagi perusahaan di era digital dalam menjaga keselamatan dan kesehatan kerja.