Mengatur Keuangan di Era Modern: Antara Kebutuhan dan Keinginan
Oleh: Aqila Aliya Chandra
Uang merupakan salah satu hal yang memiliki peranan penting dalam kehidupan. Pengelolaan keuangan yang baik adalah salah satu hal terpenting yang harus dimiliki setiap orang. Banyak anak muda lebih mementingkan gaya hidup dibandingkan dengan penggunaan uang secukupnya untuk kebutuhan. Hal tersebut mengakibatkan berbagai cara dilakukan untuk memenuhi keinginan yang ingin dicapai.
Di era yang serba digital saat ini, keinginan untuk memiliki suatu barang semakin besar dikarenakan hebatnya iklan Promosi yang membuat konsumen semakin tergiur, ditambah murahnya harga barang serta pembelian yang bisa dibayar secara bertahap membuat siapa saja terlena untuk membelinya. Hal ini menjadi peringatan keras bagi kita semua untuk dapat membedakan mana yang menjadi kebutuhan dan hanya keinginan semata untuk dapat kita miliki.
Berdasarkan data dari CNBC Indonesia , pada tahun 2023 tercatat 2,7 Juta orang atau sekitar 1,5% dari penggunaan internet di Indonesia menggunakan jasa Pinjaman Online di perusahaan fintech P2P lending.
Tak sedikit masyarakat Indonesia terlilit Pinjaman Online dan tidak dapat membayarnya hal ini dikarenakan Kurangnya kesadaran akan pentingnya pengelolaan keuangan sejak dini.
Jika seorang sudah paham betul pengelolaan keuangan pada diri sendiri, maka dapat meminimalisir kemungkinan terjerat akan Pinjaman Online dan sebagainya, sadar akan pentingnya membedakan kebutuhan dan keinginan semata juga dapat menjadi salah satu faktor dalam pengelolaan keuangan .
Oleh karena itu, perlu adanya perencanaan pengaturan keuangan, dengan memprioritaskan pengeluaran untuk kehidupan sehari-hari dan menyisihkan untuk keinginan yang dapat memberikan kepuasan tersendiri, namun tetap dalam batasan yang wajar dan terkendali.
Dalam hal ini, dapat dilakukan beberapa cara yang dapat diterapkan untuk mengatur keuangan di era modern:
Buat Anggaran
Anggaran bulanan dapat membantu kita dalam mengatur pemasukan agar tidak habis begitu saja. Anggaran dibuat agar pemasukan cukup untuk memenuhi kebutuhan, keinginan, dan untuk masa depan.
Dalam mengatur anggaran,kita dapat menerapkan aturan 50/30/20.
- 50 digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari, misalkan untuk makan, tempat tinggal, transportasi, tagihan bulanan (PLN, Air, Wifi, dll). Gunakan 50 tersebut untuk membiayai kebutuhan sehari-hari.
- 30 digunakan untuk keinginan, misalkan Hiburan, belanja, Jalan-jalan atau hal lain yang mendesak. Pastikan 30 terserah lebih dari cukup, agak tidak menggangu Anggara untuk pembiayaan lainnya.
- 20 digunakan untuk tabungan, yang dimana bisa saja dalam bentuk Investasi, Dana Darurat, Deposito, atau saham.
Dengan adanya 20 ini, dapat menjaga kestabilan Finansial jangka panjang.
Tahan Godaan Konsumtif
Dorongan untuk membeli barang atau menggunakan layanan yang sebenarnya tidak dibutuhkan sering kali terjadi, hal ini dikarenakan pengaruh iklan, media sosial, atau tekanan lingkungan. Kebiasaan konsumtif dapat menjadi masalah besar jika tidak dapat dikendalikan, hal ini dapat mengganggu stabilitas keuangan . Kebiasaan ini seringkali membuat orang menggunakan kartu kredit bahkan Pinjaman Online untuk membeli atau menggunakannya.
