Oleh: Mawar

Perilaku masyarakat Bangka Belitung yang masih belum sepenuhnya menunjukkan kesadaran terhadap tindakan manusia, yang mengeksplorasi lahan tambang secara sembarangan dan mengeksploitasi hasil tambang secara berlebihan. Selain itu, tindakan masyarakat yang membuang residu secara acak pada aktivitas akhir pertambangan, serta kelalaian masyarakat atas dampak pemanfaatan energi fosil yang terlalu dieksploitasi.

Salah satu faktor yang dianggap menjadi penyebabnya adalah tingginya permintaan akan energi berbahan fosil ini, karena masyarakat modern sangat memerlukan sumber daya tambang tersebut sebagai bahan utama energi yang digunakan di daerah industri, pabrik-pabrik, pusat perbelanjaan, dan juga pada moda transportasi, yang mencerminkan gaya hidup manusia milenial.

Kompleksitas masalah pertambangan membuat upaya penanggulangannya menjadi sangat dilematis. Di satu sisi, terdapat keinginan untuk menegakkan hukum dan menghindari dampak yang ditimbulkan dalam lingkup area pertambangan. Namun, jika hanya terfokus pada satu aspek masalah, hal itu tidak akan mampu melepaskan diri dari bingkai keterikatan yang sudah menjadi bagian integral kehidupan.

Baca Juga  Analisis Dampak Pariwisata di Pesisir Pantai terhadap Keindahan Lanskap dan Kelestarian Ekosistem di Bangka Belitung