Fungsi preventif kritik adalah mengingatkan agar segala kemungkinan negatif tak terjadi dan harus diantisipasi. Sementara itu fungsi kuratif kritik bertujuan memperbaiki kesalahan atau menormalkan situasi.

Seorang pemimpin yang rasional akan selalu melihat kritik dari dua fungsi tadi. Bila tidak, sang pemimpin akan mudah tersinggung.

Walaupun terkadang kita tahu seorang pemimpin belum tentu alergi diberikan kritik.
Yang alergi justru kebanyakan orang yang berada disekitar pemimpin. Entah apa maksudnya alergi bila seorang pemimpin diberikan nutrisi sehat bernama kritik.

Pemimpin yang demokratis adalah pemimpin yang merangkum semua aspirasi dan mendengarkan apa yang disampaikan rakyat, termasuk pahitnya kritik,karena itu semua untuk kebaikan bersama.

Tantangan kedepan bagi mereka yang merasa dirinya pemimpin rakyat adalah siap untuk menerima kritik dengan lapang dada dan menerima pujian sebagai bekal dalam mengaplikasikan visi dan misi nya untuk kepentingan rakyat.

Baca Juga  Siapa Sangka, Rumput Teki Ternyata Bermanfaat bagi Pertanian

Tantangan lainnya bagi pemimpin masa depan adalah sikap untuk memfilter narasi yang berbau “nyerurok”.
Yakni sebuah narasi yang terlalu mengada-ada, terkesan berlebihan.

Oleh sebab itu tukang kritik jangan sampai hilang dan tak bersuara di bumi nusantara tercinta ini.

Namun biarkan tukang alok dan pengalok (pemuji) gugur tergilas dimakan perubahan zaman.

Di kejauhan terdengar syair lagu Tetangga Gue.

Kerjenya nggak jelas.
Kantornya tak ada
Tapi dia bilang semua bisa diatur.

Dari proyek kecil hingga besar
Asal jelas komisi dan setorannya.

Penulis merupakan pegiat literasi yang tinggal di Bangka Selatan