Pola Pikir dan Cara Bertindak Pembangunan Daerah Kepulauan
Globalisasi membawa dampak positif, seperti akses informasi dan teknologi, namun juga mengancam keberadaan (budaya lokal). Masyarakat kepulauan, yang memiliki tradisi dan kearifan lokal yang kaya, seharusnya tidak hanya menjadi penonton dalam arus perubahan tersebut, tetapi juga pelaku aktif yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Pentingnya dari kegiatan ekonomi berbasis kearifan lokal harus menjadi sorotan bersama. Masyarakat perlu memanfaatkan sumber daya alam secara (bijaksana), mengedepankan praktik berkelanjutan yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga melestarikan lingkungan.
Dalam berbagai sektor sumber daya alam kelautan, penerapan metode pemanfaatannya ramah lingkungan, sehingga dapat memastikan keberlangsungan ekosistem laut serta kehidupan masyarakat yang bergantung pada sumber daya tersebut.
Di sisi lain, adaptasi terhadap teknologi menjadi keharusan. Peningkatan keterampilan digital dan pemanfaatan media sosial untuk mempromosikan budaya lokal daerah kepulauan dapat menjembatani kesenjangan antara tradisi dan modernitas.
Banyak sekali, seni dan budaya lokal yang dipromosikan secara online mampu menarik perhatian dunia, sekaligus memberikan sumber penghasilan bagi masyarakat.
Adapun dalam mengadopsi teknologi, penting bagi masyarakat untuk tetap selektif dan kritis, agar nilai-nilai lokal tetap terpelihara. Pendidikan berbasis kearifan lokal harus diperkuat, agar generasi muda tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga menghargai dan melestarikan warisan budaya mereka.
Mantan Presiden B.J. Habibie menegaskan bahwa setidaknya ada dua jalur yang dibutuhkan untuk membentuk manusia yang unggul. Kedua jalur tersebut adalah jalur pendidikan dan pembudayaan.( Kemenag RI, 3 Maret 2014)
Daerah kepulauan diperlukan kebijakan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah yang berpihak pada pembentukan manusia unggul yaitu pendidikan dan pembudayaan pelestarian budaya lokal, baik melalui program pendidikan, pelatihan, maupun dukungan finansial bagi pelaku usaha kecil yang berorientasi pada kearifan lokal.
Kerja sama terintegrasi semua komponen kekuatan sumber daya manusia di daerah kepulauan akan menciptakan ekosistem yang harmonis, mendukung masyarakat untuk beradaptasi sekaligus mempertahankan nilai-nilai yang ada.
Dengan memadukan antara tradisi yang kaya dan inovasi yang relevan, masyarakat kepulauan tidak hanya akan mampu bertahan, tetapi juga berkembang dalam perubahan zaman.
Dengan banyaknya para pemimpin daerah kepulauan memiliki pola selaras dalam berpikir, dan bertindak yang adaptif, inklusif, dan strategis, tentunya dapat menghasilkan kemajuan pembangunan berkelanjutan daerah kepulauan di segala bidang .
Pemimpin daerah kepulauan harus mampu merumuskan visi yang jelas untuk pengembangan wilayah, termasuk potensi pariwisata, sumber daya alam, dan masyarakat berbasis daerah kepulauan.
Seperti pada pengembangan infrastruktur yang mendukung konektivitas antar pulau, peningkatan sarana pendidikan dalam mendukung kemaritiman, pengembangan pelabuhan, transportasi laut yang memadai, jalan, dan sarana komunikasi.
Mengedepankan (participatory governance) yang melibatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan, serta mendukung program pemberdayaan ekonomi lokal. Memperhatikan aspek keberlanjutan dan konservasi lingkungan, mengingat kepulauan memiliki ekosistem yang rentan.
Membangun kerja sama kemaritiman dengan daerah lain dan institusi terkait untuk memaksimalkan sumber daya dan meningkatkan daya saing. Mengembangkan kemampuan dan sistem yang dapat mengantisipasi dan merespons bencana, mengingat banyak daerah kepulauan rentan terhadap segala jenis bencana alam.
Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, pemimpin daerah kepulauan dapat merespons tantangan unik yang dihadapi wilayahnya dan mendorong perkembangan yang berkelanjutan.
Tentunya para pemimpin daerah kepulauan mempunyai konsep terintegrasi dalam arah pembangunan daerahnya, dasarnya yaitu para pemimpin daerah kepulauan harus paham konsep berpikir holistik dan bertindak dalam pembangunan daerah kepulauan secara utuh, yaitu pembangunan yang didalamnya dapat merealisasikan, atau memadukan keseimbangan antara tradisi yang kaya, sumber daya alam, manusia dan inovasi yang relevan berkelanjutan, menjadi kunci untuk menyelesaikan setiap tantangan dalam pengembangan pembangunan daerah kepulauan di segala bidang.
Heri Suheri merupakan penulis tetap Timelines.id
