Melibatkan peserta didik dalam kegiatan nyata yang memberikan pengalaman praktis lebih berharga dibandingkan hanya sekadar teori.

Dengan demikian, pelatihan jurnalistik yang disesuaikan dengan kegiatan nyata di sekolah akan sangat membantu mereka dalam mengembangkan keterampilan secara langsung misalnya memahami keterampilan multimedia, kemampuan menyunting dalam menganalisis informasi.

Dengan kurikulum yang mendukung untuk pengembangan keterampilan peserta didik akan lebih siap untuk mengaplikasikan pengetahuan yang mereka pelajari dalam dunia nyata, termasuk dalam menulis berita, membuat laporan, dan menggunakan teknologi untuk mendukung komunikasi mereka.

Pelatihan jurnalistik yang mengajarkan peserta didik  untuk menulis tentang  informasi di sekolah dapat  mendorong mereka untuk lebih peduli terhadap dunia literasi di sekitar mereka dan memberikan kontribusi positif melalui karya jurnalistik mereka dan karyanya dapat dipajang di mading sekolah. Karena mading sekolah bisa menumbuhkan budaya diskusi dan bertukar pengetahuan misalnya membaca informasi yang baru yang ada di mading.

Baca Juga  PWI Damai: Setop Drama, Setop Dualisme, Kembalikan Integritas Pers

Pesera didik  sering kali akan berdiskusi tentang topik tersebut dengan teman-temannya. Hal ini tidak hanya menambah pemahaman saja, tetapi juga membantu mereka untuk mengembangkan kemampuan berbicara, berpikir kritis, dan berbagi pengetahuan. Bahkan, bisa diaplikasikan di lingkungan masyarakat.

Pelatihan jurnalistik di sekolah sebaiknya diberikan pada saat peserta didik sudah memiliki keterampilan dasar menulis dan berkomunikasi yang cukup, serta ketika mereka sudah mengenal dunia digital dan media sosial.

Oleh karena itu, jenjang pendidikan yang tepat untuk memulai pelatihan jurnalistik adalah mulai dari tingkat SMP hingga SMA, dengan disesuaikan dengan kegiatan sekolah yang mendukung serta rasa ingin tahu peserta didik  terhadap dunia di sekitar mereka.

Baca Juga  Lintasan Masa Seorang Guru Besar: Bangka, Bondowoso dan Bengkulu

Dengan memberikan pelatihan ini pada waktu yang tepat, akan lebih siap untuk menghadapi tantangan dalam dunia informasi.

Pelatihan jurnalistik dapat dimulai dengan mendorong peserta didik untuk menulis tentang hal-hal yang mereka minati, melakukan wawancara, atau mengumpulkan informasi dari berbagai sumber dan dapat menjadi bagian yang sangat penting untuk mendukung pembelajaran di sekolah.

Apalagi Waka MPR R1, Lestari Moerdijat menyebut betapa pentingnya menumbuhkan budaya literasi di masyarakat. Maka dengan adanya pelatihan jurnalistik di sekolah akan memiliki peran penting dalam membentuk keterampilan peserta didik dan berpikir kreatif khususnya di bidang literasi.

Pelatihan ini tidak hanya mengajarkan teknis menulis berita saja tetapi bisa membantu peserta didik dalam memahami nilai-nilai kejujuran.

Baca Juga  BKPSDMD Babel Minta Pelamar Cermati Syarat dan Informasi Seleksi PPPK Tahun 2023

Selain itu, bisa mempersiapkan peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam kehidupan masyarakat.

Walaupun awalnya menulis akan terasa berat maka akan terasa mudah kalua sudah terbiasa. Karena, menulis bisa menjadi motivasi bagi orang yang ingin sukses berkarya melalui tulisan.

Dalam   menciptakan tulisan yang mudah dipahami oleh pembaca bukan perkara gampang.

Maka dengan adanya kegiatan pelatihan jurnalistik maka peserta didik akan terbiasa menulis sejak dini.

Bahkan selain bisa menulis berita yang baik, juga akan terbiasa menulis cerpen dan artikel lainnya.

Penulis merupakan pendidik di SMP Negeri 5 Payung dan Ketua MGMP bahasa Indonesia Rayon 2 Bangka Selatan.