Pertambangan sering kali membawa dampak lingkungan yang serius, seperti pencemaran dan kerusakan ekosistem. Kampus tidak hanya harus mengajarkan tentang keberlanjutan, tetapi juga harus menerapkan prinsip-prinsip tersebut dalam setiap aktivitasnya.

Terlibat dalam industri tambang dapat merusak reputasi kampus di mata masyarakat dan calon mahasiswa. Banyak individu yang lebih memilih untuk belajar di institusi yang memiliki komitmen kuat terhadap keberlanjutan dan tanggung jawab sosial.

Alih-alih fokus pada kegiatan pertambangan, kampus dapat memanfaatkan peluang untuk penelitian yang lebih berkelanjutan dan inovatif dalam bidang energi terbarukan, pengelolaan sumber daya alam, dan teknologi ramah lingkungan.

Tugas kampus adalah memberikan kontribusi positif kepada masyarakat. Keterlibatan dalam tambang bisa berpotensi merugikan masyarakat lokal, terutama jika ada konflik antara kepentingan tambang dan kebutuhan masyarakat.

Baca Juga  Wow Keren, 10 Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri di Indonesia Masuk Terbaik di Dunia

Rencana pemberian izin tambang kepada kampus sebaiknya dipikirkan secara cermat (mudharat dan manfaatnya), melihat dampak jangka panjangnya terhadap pendidikan, masyarakat, dan lingkungan. Fokus seharusnya diletakkan pada pengembangan ilmu pengetahuan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.

Penting bagi kampus untuk menjaga integritas dan misi utamanya sebagai lembaga pendidikan, agar tidak terjebak dalam isu yang dapat merusak reputasi dan tujuan pendidikannya.

Heri Suheri merupakan penulis tetap Timelines.id.