Oleh: Maria Sareng Putri
Di era modern saat ini, peran pemuda memang sangat penting dalam bebagai aspek karena pemuda adalah jantung kehidupan masa depan.

Merujuk pada bonus demografi, “Indonesia Emas” tentunya dibutuhkan kaum muda yang mampu bersaing secara internasional dan bijak dalam menghadapi tantangan-tantangan kehidupan modernisasi. Indonesia sebagai negara yang kaya akan keberagaman baik itu budaya, ras, suku, bahasa, dan agama.

Agama menjadi salah satu tantangan kita bersama (pemuda) dalam menyikapi persoalan ini.

Agama disebut sebagai tantangan, karena masih ada individu yang minim toleransi termasuk pemuda.

Sikap intoleransi antarsesama remaja yang sering sekali kita temui yakni:

1. Membeda-bedakan perlakuan kepada teman yang berbeda keyakinan

Baca Juga  Strategi Optimalisasi PAD Bangka Selatan Menuju Kemandirian Fiskal

2. Menjauhi teman yang berbeda keyakinan

3. Menghina teman yang berbeda keyakinan,

4. Menganggap kepercayaannya yang paling benar,

5. Menggangu ibadah dan upacara keagamaan orang lain.